Nadaprotes: menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.. Puisi tersebut disampaikan dengan nada protes. Hal ini terlihat pada kalimat di baris keempat dan kelima mengenai pertanyaan tentang mengapa mereka dibunuh. Sementara itu, suasana yang tercipta setelah membaca puisi tersebut adalah marah. Jadi, puisi tersebut menggunakan nada protes dan suasana marah.
Puisi adalah karya sastra yang syarat dengan bahasa yang indah. Puisi juga memiliki rima, irama, dan bait yang secara fisik terlihat. Puisi juga dapat dikatakan sebagai karya yang penuh makna buah hasil pemikiran, perasaan, dan ungkapan dari penyair. Makna puisi dapat dipahami oleh pembaca dengan cara membaca secara detail dan penghayatan yang mendalam. Puisi merupakan karya sastra yang dibangun dari dua unsur yaitu unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik dalam puisi meliputi 5 unsur yaitu diksi, pengimajinasian, kata konkret, bahasa figuratif, versifikasi, dan tata wajah. Unsur batin puisi terdiri dari 4 unsur antra lain tema sense, perasaan penyair feeling, nada tone, dan amanat intention. Penjelasan lebih detail terkait unsur batin puisi antara lain sebagai berikut. 1. Tema sense Sebuah puisi harus mempunyai gagasan pokok pemikiran. Gagasan ini akan menjadi kerangka bagaimana puisi itu akan dibangun. Puisi setidaknya memiliki 5 jenis tema puisi yaitu 1 ketuhanan, 2 kemanusiaan, 3 kebangsaan, 4 keadilan sosial, dan 5 kedaultan rakyat Waluyo, 1987115. 2. Perasaan feeling Puisi merupakan sebuah wujud ekspresi dari seorang penyair. Ekspresi tersebut dapat berupa kerinduan, kegelisahan, pengagungan kepada Tuhan, kepada alam, atau kepada kekasih. Feeling juga dapat menjadi ciri latar psikologi, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan sang penyair. Perasan penyair tersebut nantinya akan mempengaruhi bahasa yang digunakan misalkan tentang alam maka bahasa yang digunakan akan cenderung bermakna keindahan alam. 3. Nada tone Nada dalam puisi memuat sebuah sikap bagaimana puisi itu dibacakan bernada apakah merupakan sebuah nasehat, kritik, sindiran, ejekan, atau cerita. Nada tersebut nantinya akan dirasakan oleh pembaca setelah membaca puisi yakni adanya perubahan suasana tertentu pada pembaca. Nada kritik dapat menimbulkan suasana pemberontakan, nada sindiran mengakibatkan rasa malu, nada ejekan dapat menimbulkan kemarahan dan lain sebagainya. 4. Amanat intention Sama halnya dengan karya sastra lain, puisi juga mengandung amanat sekalipun dengan bahasa yang lebih ringkas. Amanat tersirat pada kata – kata atau pun tema. Puisi sebagai karya sastra yang subjektif dapat menimbulkan lebih banyak amanat dari sisi pembaca bahkan dari pada apa yang hendak disampaikan oleh penyair. Amanat memuat tujuan mengapa penyair membuat puisi tersebut. Amanat juga dapat diartikan sebagai makna karya sastra yang berhubungan dengan seseorang, konsep, dan situasi pengimajinasian puisi. Empat unsur batin puisi inilah yang membangun puisi dari dalam. Bagaimana pokok pemikiran puisi, pengekspresianya, cara membacanya, dan penyampaian amanatnya. Sumber Waluyo, H. J. 1987. Teori dan apresiasi puisi. Jakarta Erlangga. »
Katakata yang digunakan biasanya dikemas dalam bentuk kiasan. Rima atau sajak adalah persamaan bunyi di awal, tengah atau akhir baris puisi. Larik adalah baris yang membangun puisi. Ini juga merupakan nama lain dari baris. Bait adalah alinea atau kelompok kalimat dalam puisi. Sementara itu, unsur batin puisi meliputi tema, rasa, nada dan amanat.
Di samping tema, puisi juga mengungkapkan nada dan suasana kejiwaan. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Dari sikap itu terciptalah suasana puisi. Ada puisi yang bernada sinis, protes, menggurui, memberontak, main-main, serius sungguh-sungguh, patriotik, belas kasih memelas, takut, mencekam, santai, masa bodoh, pesimis, humor bergurau, mencemooh, karismatik, filosofis, khusyuk, dan sebagainya. “Suara” Duniamu yang lebih tinggi dari menata katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bisa membagi dukaku Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku, ah kotaku Hidupnya tak lagi punya tanda Sumber 1. Nada kagum, misalnya, terdapat dalam puisi "Perempuan-Perempuan Perkasa" Hartoyo Andangjaya dan "Diponegoro" Chairil Anwar. 2. Nada main-main, misalnya, terdapat dalam puisi "Biarin" Yudhistira ANM Massardi dan "Shang Hai" Sutardji Calzoum Bachri. 3. Nada Patriotik, misalnya, terdapat dalam puisi "Karawang Bekasi" Chairil Anwar dan "Pahlawan Tak Dikenal" Toto Sudarto Bactiar. 4. Nada pasrah, misalnya, dapat kita jumpai dalam puisi "Derai-Derai Cemara" Chairil Anwar berikut “Derai-Derai Cemara” Cemara menderai sampai jauh Hari terasa akan jadi malam Ada beberapa dahan di tingkap merapuh Dipukul angin yang terpendam. Aku sekarang orangnya bisa tahan Sudah lama bukan kanak lagi Tapi ada suatu bahan Yang bukan dasar perhitungan kini. Hidup hanya menunda kekalahan Tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, Ada yang tetap tidak diucapkan Sebelum pada akhirnya kita menyerah. KerikilTajam, 1946 Penyakit telah menggerogoti tubuh Chairil Anwar sehingga ia menyadari bahwa kematian akan datang kepadanya. Gambaran hidupnya yang dihantam penyakit tersembunyi digambarkan dalam lirik di tingkap merapuh/dipukul angin yang terpendam. Ia pasrah meskipun di saat menjelang kematiannya, ada yang belum diucapkan. Kematian disebutnya sebagai kekalahan yang selalu ditunda.
Kosasih2008:39 mengemukakan bahwa sikap penyair kepada pembaca disebut nada. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana adalah akibat yang ditimbulkan oleh puisi terhadap jiwa pembaca. Nada dan suasana puisi saling berhubungan. Nada puisi menimbulkan suasana tertentu terhadap pembacanya. Struktur batin puisi dan struktur fisik puisi dua hal yang mungkin jarang kamu dengar. Nah, buat kamu yang ingin menjadi seorang pujangga atau penyair, wajib tahu apa itu struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Puisi terdiri atas struktur fisik dan batin. Berikut contoh puisi beserta struktur fisik dan batin yang mudah dipahami untuk pemula. Atau mungkin ada diantara kamu yang tengah mendapat tugas dari sekolah atau kampus untuk membuat laporan atau analisis tentang struktur pada puisi? Ternyata banyak yang memang tidak tahu bagaimana cara membuat analisis struktur batin puisi ataupun struktur fisik puisi. Maka dari itu, pada kesempatan ulasan artikel kali ini, kamu tidak hanya mengenal struktur batin puisi dan fisik puisi saja. Di Bagian akhir juga akan ada contoh analisis struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Nah, untuk mengetahui lebih lebih jelasnya, langsung saja simak ulasan sebagai berikut. Download Ebook cara menulis novel untuk pemula gratis Daftar Isi Artikel 1Apa Itu Struktur Batin?Struktur Batin Puisi1. Tema2. Perasaan3. Nada dan Suasana4. Amanat PuisiPengertian Struktur Fisik Struktur Fisik Puisi1. Diksi2. Imaji3. Kata konkret4. Bahasa Figuratif 5. Versifikasi 6. Tipografi atau PerwajahanContoh Analisis Struktur Batin Puisi dan Fisik PuisiContoh Analisis Struktur Batin Puisi Doa CintaContoh Analisis Struktur Fisik Puisi Cuma-Cuma Apa Itu Struktur Batin? Struktur batin puisi dapat diartikan sebagai kerangka yang digunakan untuk membangun atau untuk membuat puisi. Struktur batin puisi tidak berwujud, kemudian penulis melahirkannya dalam bentuk wujud yang dapat dirasakan oleh orang lain. Salah satu caranya dengan mengungkapkan menggunakan kata-kata. Struktur batin puisi bagi masyarakat umum memang kurang familiar. Namun bagi penyair atau pencipta puisi pastinya sudah familiar dengan hal ini. Dimana Struktur batin puisi dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan, perasaan yang mampu membangkitkan rasa, emosi dan semangat dari para pembaca. Struktur Batin Puisi Jika sebelumnya sudah mengetahui sekilas tentang apa itu struktur batin puisi? Ternyata struktur batin puisi memiliki empat elemen dasar, yang meliputi tema, perasaan, nada & suasana serta amanat. Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, kita simak sebagai berikut. 1. Tema Tema juga menjadi salah satu struktur penulisan puisi yang tidak boleh diabaikan dan ditinggalkan. Tema adalah gagasan pokok atau pokok pikiran yang akan diangkat oleh penulis. Bagi penyair yang sudah memiliki pengalaman dan jam terbang cukup lama, tidak mengalami kesulitan dalam menentukan tema. Nah, buat kamu yang juga ingin demikian, kuncinya hanya satu. Peka dan jeli terhadap lingkungan. banyak puisi-puisi yang justru lahir dari kritik sosial yang kemudian dikemas menggunakan bahasa yang menarik. Tema dalam puisi memiliki fungsi yang sangat krusial, pahami di artikel Fungsi Tema dalam Puisi. 2. Perasaan struktur yang tidak kalah penting saat menciptakan sebuah puisi adalah rasa. Meskipun bukan makanan, melainkan karya tulis, puisi butuh rasa agar pembaca bisa merasakan apa yang harus dirasakan. Bentuk rasa yang dapat dirasakan setiap orang pun beragam. Ada rasa sedih, rasa bahagia, rasa berbunga, rasa takjub dan masih banyak lagi rasa. Apa Masalah Anda dalam Menulis Buku? Rasa yang ditimbulkan akan memberikan kesan. kesan inilah yang akan menentukan puisi akan terus dikenang atau diabaikan. Pertanyaannya adalah, tidak semua penulis mampu menciptakan karya puisi yang memiliki selera tinggi. butuh latar belakang, jam terbang dan pengalaman dari si penyair. Rasa juga butuh imajinasi dan penghayatan yang dalam. 3. Nada dan Suasana Ada yang menarik dari penulisan puisi. Dibanginkan cerpen ataupun novel, puisi ditulis memperhatikan nilai estetika. Bentuk estetika dalam sebuah puisi dapat diukur dari pemilihan diksi dan majas. Jadi, seorang penyair butuh kemampuan dalam mengelaborasi antara pemilihan kata dan majas. sehingga menciptakan sebuah karya yang kalimatnya memiliki estetika, dan memiliki pesan yang tidak kalah menarik. Salah satu tantangan menulis puisi dibandingkan menulis novel dan cerpen adalah, penyair harus memiliki imajinasi tinggi dalam menyampaikan kritik, nasihat, pesan tanpa menggurui, namun memiliki pesan yang impresif. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! Tidak hanya itu, meskipun hanya dituliskan dalam sebuah puisi yang relatif singkat, puisi juga mampu membangkitkan suasana bagi pembaca. tentu saja untuk membangkitkan suasana dalam bahasa dan kata yang singkat, butuh latihan yang tidak hanya sekali atau dua kali saja. 4. Amanat Puisi Dalam setiap karya, termasuk karya puisi, pasti penulis memiliki tujuan berupa pesan. Pesan inilah yang dalam struktur batin puisi disebut dengan amanat. Ada dua bentuk amanat yang dapat penulis sampaikan. Bisa disampaikan secara tersurat dan tersirat. Jika pesan puisi yang disampaikan secara tersurat, maka pembaca diarahkan untk menerima pesan atau amanat yang sudah disampaikan penulis apa adanya. sebaliknya, jika puisi disampaikan secara tersirat, maka interpretasi dan amanat puisi diserahkan kepada pembacanya. Jika dilihat dari struktur batin puisi di atas, sebenarnya kamu pun sudah familiar dan sering membaca dalam teori buku-buku bahasa bukan? Memang istilah struktur batin puisi memiliki istilah lain yang lebih familiar. Baca Juga Apa itu Puisi Akrostik? Pengertian Struktur Fisik Setelah sebelumnya mengulas batin puisi, maka beda lagi dengan yang namannya struktur fisik. Struktur fisik puisi memiliki istilah yang lebih populer, yaitu metode puisi. Jadi struktur fisik puisi adalah upaya dan sarana penyair menyampaikan pesan atau amanat dalam bentuk puisi. Dikatakan sebagai struktur fisik puisi karena puisi disusun berdasarkan apa yang tampak dalam bentuk susunan kata. Struktur Fisik Puisi Jika pada struktur batin puisi memiliki 4 elemen penting. Maka pada struktur fisik puisi pun juga memiliki elemen lain. Struktur fisik puisi lebih memfokuskan pada beberapa elemen yang meliputi diksi, pencitraan, kata konkret, majas, bunyi yang menghasilkan rima dan ritma. Mungkin ada diantara kamu yang lupa apa sih yang dimaksud diksi, imaji, kata konkret, bahasa figurative, verifikasi dan tipografi. Nah, berikut ulasan lebih lengkap tentang struktur fisik puisi. 1. Diksi Mungkin ada diantara kamu yang sudah mendengar apa itu diksi. Yap, diksi adalah pemilihan kata-kata. Meskipun hanya sekedar memilih kata-kata, ternyata dalam penulisan puisi sangat menentukan hasil akhirnya. Maka tidak heran jika banyak penyair yang sangat selektif dan memilih diksi dengan hati-hati dan secermat mungkin. Karena pilihan diksi akan menentukan keselarasan bunyi, makna dan urutan kata. 2. Imaji Imaji juga termasuk struktur fisik puisi yang sifatnya imajinatif. Karena bersifat imajinatif dalam angan dan kognitif penulis. Maka, butuh seni bagi penulis agar bisa memvisualkan imajinasi tersebut dalam sebuah kata-kata yang indah puisi. Tidak hanya indah, akan lebih baik lagi jika mampu memberikan impresi kepada pembaca tentang “rasa”. Imaji dalam struktur fisik puisi dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu imaji suara auditif, imaji penglihatan visual dan imaji raba taktil. Dari ketiga bentuk imaji tersebut secara tidak langsung mengarahkan pembaca agar bisa merasakan, dan seolah mendengar serta melihat seperti apa yang dirasakan oleh penyair. 3. Kata konkret Ada juga yang disebut dengan kata konkret. Yap, kata konkret adalah kata yang dapat dirasakan dan ditangkap oleh panca indera pembaca. Umumnya bentuk kata konkret berupa kiasan atau perlambang. Perlambang yang digunakan para penyair inilah yang kemudian disebut majas. Ulasan tentang majas, kamu bisa baca artikel yang sudah kita bahas. 4. Bahasa Figuratif Bahasa figuratif tidak jauh berbeda dengan majas. Dimana bahasa figuratif adalah bahasa kiasan yang memiliki peran untuk menghidupkan dan memberikan nilai sentimentil pada benda-benda yang sebenarnya biasa saja. Dengan kata lain, bahasa figuratif inilah yang mampu menjadikan puisi memiliki nilai impresi kesan bagi pembaca. Nah, umumnya bahasa figuratif banyak menggunakan majas simile, eufemisme, personifikasi, metafora, sinekdoke, litotes, ironi dan masih banyak lagi. 5. Versifikasi Mungkin kamu asing dengan istilah versifikasi? Secara umum, versifikasi dapat diartikan sebagai rima. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. Rima dapat digunakan di awal, tengah maupun akhir baris puisi. Rima puisi memiliki beberapa bentuk, diantaranya onomatope, yaitu rima tiruan yang memiliki bunyi yang bersifat magis. Selain rima onomatope, ada juga inter, atau pola bunyi yang dapat digunakan untuk membuat repetisi bunyi atau persamaan bunyi yang ada di bagian akhir kata. Dalam bentuk majas, yang termasuk dalam bentuk intern adalah majas aliterasi, asonansi dan masih banyak lagi. Terakhir, ada pengulangan kata atau ungkapan atau ritma yang memfokuskan pada tinggi rendah, atau kuat lemahnya bunyi. 6. Tipografi atau Perwajahan Tipografi atau yang lebih familiar kita kenal dengan perwajahan puisi. Struktur fisik puisi satu ini sangat penting memperhatikan masalah kerapian secara visual. Termasuk memperhatikan masalah penulisan huruf kapital di setiap awal kalimat, hingga masalah titik dan koma pun juga menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Itulah enam unsur yang harus ada saat kamu hendak menampilkan struktur fisik pada puisi. Atau ketika kamu hendak menulis puisi, kamu harus memperhatikan enam elemen tersebut. Buat kamu yang ingin menjadi pujangga atau penyair, untuk pertama kalinya memang sulit. Meskipun sulit, jika kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi seorang pujangga, tetap latih dan terus mencoba. Karena untuk menjadi seorang penulis itu tidak hanya bermodalkan “keinginan” tetapi juga harus berani melakukan “action”. Action adalah kunci keberhasilan paling besar sebanyak 99%. Sementara, konsep dan seberlian apapun ide kamu, jika tidak pernah direalisasikan hanya akan menjadi sebuah wacana. Jadi sehebat apapun ide dan konsep hanya menyumbang keberhasilan 1% saja. Dan ini juga berlaku buat siapapun yang ingin menjadi penyair, pujangga ataupun yang ingin menjadi seorang penulis. Baca Juga Sumber Inspirasi Ide Membuat Puisi Contoh Analisis Struktur Batin Puisi dan Fisik Puisi Beberapa penjelasan diatas tentang pengertian struktur batin puisi dan struktur fisik puisi, mungkin ada diantara kamu yang masih belum afdol, jika tidak ada contohnya. Nah, sebagai gambaran, berikut contoh analisis struktur batin puisi dan analisis struktur fisik puisi. Agar mempersingkat waktu, dan menghemat konsentrasi saya. Maka contoh puisi saya ambilkan dari salah satu puisi yang pernah saya tulis dan sudah pernah dipublikasikan di surat kabar dan tabloid di Jogja. Langsung saja, intip seperti apa sih contohnya. Contoh Analisis Struktur Batin Puisi Doa Cinta Doa Cinta Aku berbaring sendiri Terkenang penantian panjang Pikirku tak berujung bagaikan jalan Jika memang cinta laksana pedang Kiranya ada satu hal yang kukenang Tentang kesenangan atau kesedihan di tengah malam Kenapa malam ini begitu mencekam? Sesak mencekik leherku Hancur semua kata manisku Bahkan kerinduanku telah dijadikan debu Langit-langit hatiku mulai sendu Halilintar mulai menyambar Serasa tidak mampu lagi menampung kadar air hujan Hujan kian reda saat dada ini terisi doa Halilintar mulai tidak menyambar Saat mendung kian menghilang Rembulan pun bersinar Tersenyum dalam ketenangan ikhtiar Karya Irukawa Elisa, Dipublikasikan Tabloid BIAS Edisi 1 Mei 2009 A. Tema Puisi berjudul doa cinta bertemakan tentang percintaan. Di dalam puisi tersebut tidak ada spesifik cinta untuk manusia, benda ataupun cinta pada Tuhan. Interpretasi diserahkan pada masing-masing pembaca. Dimana dari perasaan cinta yang tidak selalu indah, sebenarnya hanya sebagai sarana untuk belajar hidup dan belajar ikhtiar. B. Feeling Perasaan yang tertangkap dalam puisi di atas mengambarkan kesenduan, kegalauan tentang perasaan terhadap sesuatu yang dicintainya. Dimana perasaan negatif yang dirasakan, secara tidak langsung sebagai ajang untuk mengontrol emosi, dan belajar mengikhlaskan kepada sang pemilik cinta. Jadi bukan masalah kegagalan dalam menjalani cinta atau berhasil menjaga cinta sampai akhir. apapun hasil akhirnya, selama sudah diupayakan semua akan baik-baik saja, karena itu bagian dari perjalanan yang harus dilewati dengan ikhlas dan ikhtiar. C. Nada dan Suasana Dari nada, saya sengaja membuat berirama agar lebih mengena sampai di hati. Sementara untuk suasana, sudah terlihat jelas dalam suasana negatif, sendu, galau dan sedih. D. Amanat Perasaan cinta yang manusia miliki, akan diuji. Tidak ada rasa cinta yang selalu bahagia. Pasti ada sedih, duka dan lara. Karena cacat dan luka hanya cara Tuhan agar kita bisa “merasakan”. Ketika kita bisa “merasakan” maka kita bisa menikmati bahwa bahagia itu sederhana. Contoh Analisis Struktur Fisik Puisi Cuma-Cuma Cuma-cuma Di Samping tugu aku menunggu mlecu Lautan manusia di situ, di sana-sini menganggapku lucu Ku acuhkan mereka dengan plengosan bibir semakin maju Tak jarang lidah tergigit untu Tak peduli mereka pejabat baru Percuma menunggu janji-janji, Uang beribu-ribu, Bensin SPBU Setelah jadi, Hanya janji palsu Aku tidak akan tertipu lagi Karya Irukawa Elisa, Dipublikasikan 3 Maret 2009 di Kedaulatan Rakyat. A. Tipografi Puisi “cuma-cuma” terdiri dari tiga bait. Bait pertama dan kedua masing-masing terdiri dari lima baris. Di bait pertama saya membuat dengan intonasi “u” agar memiliki rima. Sementara di bait kedua, rima sengaja dibuat selang-seling berakhiran “i” dan U”. Bait terakhir hanya satu baris saja. Pada bait pertama, puisi menggunakan campuran bahasa jawa dalam garis miring dengan tujuan menjaga keselarasan dan memasukan unsur bahasa jawa di dalam puisi. B. Diksi Pemilihan Diksi saya memiliki kata yang padat, dan tegas dan sarat emosi. Karena puisi tersebut saya tulis saat musim kampanye, dan aku menemukan fakta dibalik pemilu. C. Pencitraan Pencitraan ada di baris yang berbunyi “tak jarang lidah tergigit untu” yang mempresentasikan rasa sakit lidah tergigit gigi sendiri. Secara keseluruhan puisi pada judul “cuma-cuma” bentuk ketegasan atau kekritisan agar tidak mudah terpancing oleh janji politikus saat menjelang pemilihan. D. Majas Pada puisi di atas, tidak terlalu banyak majas yang digunakan. Namun secara keseluruhan puisi tersebut berbentuk sindiran kepada pemerintah, elite politik dan elit yang hendak mencalonkan diri dalam pemilu. E. Versifikasi Pada puisi yang saya buat berjudul “cuma-cuma” didominasi dengan rima “U”Itulah beberapa contoh struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Semoga sedikit ulasan ini memberikan manfaat dan memberikan gambaran. Setidaknya setelah melihat contoh analisis di atas, kamu tidak lagi kebingungan bagaimana cara menyusun analisisnya.Irukawa Elisa Nadamurung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. 1) penyair yang menulis puisi berdasarkan pe
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pengaruh Emosi dan Suasana Hati Dalam OrganisasiEmosi dan suasana hati merupakan 2 hal yang dapat mempengaruhi tiap-tiap anggota organisasi dalam berprilaku didalam suaru organisasi. Baik emosi yang terbawa dari lingkungan luar organisasi ataupun emosi yang tercipta saat berada didalam organisasi, sebenarnya emosi dan suasana hati apa si?Nah menurut Fred Luthans 2005 Emosi merupakan reaksi terhadap sebuah objek, bukan suatu trait. Emosi ditujukan pada objek khusus, anda menunjukkan emosi saat senang terhadap sesuatu, marah pada seseorang, takut pada sesuatu. Emosi lebih cepat dari pada suasana hati karena terkadang emosi dapat menimbulkan suasana hati yang buruk, namun sebaliknya suasana hati juga dapat mempengaruhi emosi saat suasana hati kita buruk mungkin kita dapat cepat emosi maupun jadi melankolis. Suasana hati merupakan suatu hal yang dapat menggambarkan keadaan atau perasaan kita saat itu. Suasana hati dapat dipahami sebagai perasaan emosional yang muncul dalam jangka waktu tertentu dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti energi, emosi dasar, ekspresi wajah, dan penilaian terhadap suatu situasi. Dibawah ini merupakan ciri-ciri emosi dan suasana oleh kejadian cepat dalam durasi detik atau menit. spesifik dan banyak banyak emosi-emosi spesifik seperti kemarahan, rasa takit, kesedihan, kebahagian rasa jijik, rasa terkejut. disertai oleh ekspresi wajah yang berorientasi seringkali umum dan tidak lebih lama dari emosi jam atau hari. umum dua dimensi utama afek positif dan afek negatif yang terdiri dari berbagai emosi spesifik. tidak diindikasikan oleh ekspresi yang - faktor yang menyebabkan Emosi dan Suasana Hati 1. Stimulus Eksternal Faktor-faktor eksternal seperti situasi sosial, lingkungan fisik, kejadian sehari-hari, atau peristiwa yang terjadi di sekitar seseorang dapat memicu perubahan emosi. Misalnya, konflik interpersonal, kehilangan, atau perubahan mendadak dalam lingkungan fisik dapat mempengaruhi emosi dan suasana Pikiran dan Interpretasi Cara seseorang mempersepsikan dan menginterpretasikan situasi dapat mempengaruhi emosi dan suasana hati mereka. Pikiran yang negatif, kecemasan, atau pola pikir yang bias dapat memicu emosi negatif atau suasana hati yang buruk. Sebaliknya, pemikiran positif dan interpretasi yang sehat dapat membantu meningkatkan suasana Faktor Biologis Faktor-faktor biologis, seperti perubahan hormonal, keturunan, kesehatan fisik, dan kondisi medis, dapat mempengaruhi emosi dan suasana hati. Misalnya, fluktuasi hormon selama siklus menstruasi atau perubahan hormonal saat pubertas atau menopause dapat berkontribusi pada perubahan Kesehatan Mental Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, atau gangguan suasana hati lainnya dapat menyebabkan perubahan emosi dan suasana hati yang Faktor Psikologis dan Perilaku Pola pikir, sikap, dan perilaku seseorang dapat mempengaruhi emosi dan suasana hati mereka. Misalnya, merasa terisolasi, rendah diri, atau kurangnya dukungan sosial dapat mempengaruhi emosi. Selain itu, kebiasaan sehari-hari seperti pola tidur yang buruk, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, atau penyalahgunaan zat juga dapat berdampak pada emosi dan suasana Pengaruh Lingkungan Lingkungan sosial, budaya, dan nilai-nilai budaya dapat mempengaruhi emosi dan suasana hati suasana hati dapat bersumber dari cuaca, stress, tekanan kerja, aktivitas sosial, olahraga dan lain-lain. Dibawah ini merupakan salah satu contoh bahwa suasana hati dan emosi dapat mempengaruhi suatu seperti dalam hal produktifitas dalam bekerja, ketika seorang karyawan merasa bahagia, termotivasi, dalam emosi yang baik, mereka cenderung bekerja lebih keras dan lebih produktif, sebaliknya ketika karyawan merasa sedih, stress, dan dalam emosi yang kurang baik, mereka dapat dimungkinkan dalam keadaan kurang termotivasi, dan produktifitas adalah 2 hal diatas sangat berpengaruh pada suatu organisasi jika masing-masing anggota tidak dapat membatasi diri untuk mengontrol emosi dan suasana hati saat berada didalam organisasi, karena hal tersebut dapat merugikan diri nya sendiri dan juga anggota tiap 7 - Muhamat Rijal Saputra 211011200853- Novita Angie 211011201381-Nursyifa Rahmawati 211011200963 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Nadadan Suasana dalam Puisi---Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca: apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca.
Menelaah Nada, Suasana, Irama, dan Pesan Diksi Puisi – Puisi tersusun atas struktur batin dan struktur fisik. Struktur batin puisi adalah struktur yang membangun puisi secara implisit atau tidak terlihat. Struktur batin disebut juga hakikat puisi. Struktur fisik adalah struktur yang membangun puisi secara eksplisit, yaitu terlihat melalui susunan kata. Menelaah Nada, Suasana, Irama, dan Pesan Diksi Puisi Struktur batin meliputi nada dan suasana, sedangkan struktur fisik meliputi irama dan diksi. Keempat unsur tersebut merupakan unsur yang penting dalam sebuah puisi. Oleh karena itu, unsur-unsur tersebut perlu dipahami untuk merefleksi atau memaknai sebuah puisi. Nada adalah sikap seorang penyair dalam puisinya sehingga efeknya terasa oleh pembaca. Nada adalah cara penyair menyampaikan puisinya sesuai dengan pilihan kata-katanya. Misalnya, puisi yang bernada protes, sinis, marah, serius, bahagia, haru, sedih, semangat, hingga bersenda gurau. Suasana Suasana adalah perasaan pembaca setelah membaca puisi. Jika nada adalah cara penyair menyampaikan puisinya, suasana adalah efek yang dirasakan pembaca setelah membaca atau mendengar puisi yang dibacakan oleh penyair. Misalnya, saat penyair membacakan puisi penuh semangat, pembaca akan merasakan suasana yang sama. Pembaca juga dapat merasakan suasana puisi melalui pilihan kata yang digunakan penyair dalam puisi. Misalnya, saat membaca puisi yang menggambarkan kondisi alam, pembaca akan merasa damai. Irama Irama adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lembut, atau cepat lambatnya kata-kata atau baris-baris puisi saat pembacaan puisi. Irama disebut juga dengan ritme. Irama dipengaruhi oleh bunyi dari kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut. Irama dapat berupa perulangan bunyi, huruf, kata, atau kalimat dalam puisi. Diksi Diksi adalah pilihan kata yang digunakan oleh penyair untuk menyatakan maksud yang ingin diungkapkannya. Pemilihan kata dilakukan untuk mencari kata yang paling tepat untuk mewakili perasaan dan gagasan yang ingin dikemukakan penyair dalam puisinya. Pemilihan kata tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemilihan bentuk kata, pencarian persamaan kata sinonim, dan pemilihan kata-kata kiasan. Kata-kata kiasan disebut juga dengan majas. Majas yang biasanya muncul di dalam puisi adalah sebagai berikut. Personifikasi, yaitu majas yang menggunakan benda-benda mati yang seolah-olah memiliki ciri-ciri sifat manusia. Misalnya angin menyentuh lembut. Metafora, yaitu majas yang membandingkan sesuatu dengan benda lain secara langsung tanpa kata-kata perbandingan seperti, ibarat, bagaikan, atau bak. Misalnya dirimu adalah dewi malam. Simile, yaitu majas yang membandingkan sesuatu dengan benda lain dengan menggunakan kata-kata perbandingan seperti, ibarat, bagaikan, bak, atau laksana. Misalnya kamu dan dia bagaikan air dan minyak. Telaah Nada, Suasana, Irama, dan Diksi Puisi Bacalah puisi berikut ini dengan saksama untuk berlatih menelaah nada, suasana, irama, dan diksi pada puisi! Perhatikan Contoh Puisi tersebut berisi tentang kerinduan seorang manusia pada sesuatu yang dapat memberikannya “pelita” atau cahaya karena dirinya merasa gelap. Puisi tersebut banyak menggunakan kata-kata kiasan dan harus dibaca secara saksama untuk dapat menangkap nada, suasana, irama, dan diksinya. Berikut penjelasan lengkapnya! Sebagaimana disebutkan di atas bahwa puisi tersebut berisi tentang pertemuan seseorang dengan seseorang atau sesuatu yang selama ini dirindukannya. Selama ini, dia merasa berjalan dalam kegelapan dan akhirnya menemukan lagi zat yang memberinya cahaya namun zat itu tidak berupa. Nada yang dibangun penyair dalam puisi tersebut adalah rasa pasrah dan penuh harap. Dengan nada yang dibangun penyair, suasana yang timbul dari puisi tersebut adalah perasaan khidmat. Dalam puisi tersebut terdapat banyak bahasa kiasan yang tidak sama dengan bahasa sehari-hari. Beberapa kata di dalamnya juga diulang-ulang untuk memberikan efek penegasan, seperti kata rindu pada ungkapan “rindu rasa, rindu rupa”. Selain itu, ada juga kata-kata berawalan huruf yang sama dan diulang-ulang, seperti ungkapan “kaulah kandil kemerlap” dan “sabar setia selalu” yang masing-masing mengulang huruf k dan s. Dengan demikian, irama dalam puisi ini dibentuk dengan perulangan kata dan huruf. Diksi yang dipilih oleh penyair adalah kata-kata bahasa Indonesia lama yang sulit dimengerti, seperti “kaulah kandil kemerlap”. Padahal, di baris berikutnya digunakan kata pelita. Kata kandil dan pelita memiliki makna yang sama sinonim, yaitu cahaya atau lampu. Penggunaan kata yang bersinonim tersebut adalah untuk memperindah makna. Poin Penting Puisi adalah jenis karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna. Struktur batin puisi adalah struktur yang membangun puisi secara implisit atau tidak terlihat. Struktur batin disebut juga hakikat puisi. Struktur fisik adalah struktur yang membangun puisi secara eksplisit, yaitu terlihat melalui susunan kata-katanya. Struktur batin meliputi nada dan suasana, sedangkan struktur fisik meliputi irama dan diksi. Unsur-unsur tersebut perlu dipahami untuk merefleksi atau memaknai sebuah puisi. Merefleksi Isi Puisi Merefleksi isi puisi adalah mencerminkan kata-kata yang terdapat dalam sebuah puisi. Artinya, merefleksi isi puisi adalah memahami makna puisi sehingga pesan dalam puisi tersebut dapat tersampaikan kepada pembacanya. Menyimpulkan Pesan dalam Puisi Bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan bahasa yang digunakan sehari-hari. Seseorang yang menulis puisi atau penyair harus pandai memilih kata-kata yang indah untuk mewakili perasaan dan gagasan yang ingin disampaikannya ke dalam sebuah puisi. Pemilihan kata itu yang disebut dengan diksi. Namun demikian, meski kata-kata dalam puisi menggunakan bahasa yang tidak sama dengan bahasa sehari-hari, kata-kata tersebut harus tetap mewakili perasaan si penyair. Dengan demikian, pembaca dapat menafsirkan isi dari puisi tersebut sehingga dapat menyimpulkan pesan yang hendak disampaikan oleh puisi tersebut. Pesan dalam puisi adalah amanat atau nilai-nilai baik yang dapat diambil pembaca dari sebuah puisi. Seorang pembaca harus dapat menyimpulkan pesan dalam sebuah puisi dengan memahami isi puisi tersebut, termasuk menafisrkan kata-kata yang digunakan penyair dalam puisinya. Kata-kata dalam puisi dapat memiliki makna tersurat eksplisit atau tersirat implisit. Makna tersurat eksplisit adalah makna yang dapat dipahami secara langsung dengan melihat kata-kata di dalam puisi tersebut. Kata-kata tersebut menunjukkan pesan secara langsung tanpa perlu ditafisrkan lebih mendalam lagi. Sebaliknya, makna tersirat implisit adalah makna yang dapat dipahami dengan menafsirkan kata-kata yang digunakan penyair dalam puisinya. Makna tersirat perlu dipahami secara mendalam dengan memperhatikan pilihan kata yang digunakan penyair dan menafsirkan maksud dari kata-kata tersebut. Misalnya, dalam puisi biasanya ditemukan kata-kata kiasan majas atau simbolik. Pembaca harus dapat menafisrkan makna dari kata-kata kiasan tersebut. Untuk menyimpulkan pesan dalam puisi, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini. Bacalah puisi secara saksama; Tandai pilihan kata diksi yang digunakan dalam puisi tersebut, termasuk dalam judul; Pahami maksud kata-kata tersebut secara cermat, termasuk kata kiasan atau majas; Tafsirkan makna puisi tersebut sesuai bahasa yang digunakannya; Simpulkan pesan dalam puisi berdasarkan makna puisi yang telah dipahami. Perhatikan contoh menyimpulkan pesan dalam puisi berikut ini! Bacalah penggalan puisi berikut ini! Puisi tersebut menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Berdasarkan judul puisi tersebut, dapat dipahami bahwa puisi tersebut berisi tentang buku. Buku hanya deretan aksara dan kadang berisi gambar juga. Menurut penyair, buku tidak akan memiliki makna apa-apa jika hanya terletak di meja tanpa dibaca. Sebaliknya, jika buku dibaca, ia akan memberikan semua yang dimilikinya. Maksudya, buku memberikan pengetahuan yang banyak kepada pembacanya jika dibaca. Pesan dari puisi tersebut adalah bahwa kita harus rajin membaca buku. Buku memiliki banyak manfaat kepada pembacanya, seperti memberikan ilmu pengetahuan yang berguna bagi pembacanya. Namun demikian, kegunaan tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara membacanya. Jika buku tidak pernah dibaca dan hanya dibiarkan terletak di tempatnya, kegunaan buku yang banyak itu tidak akan terasa. Berikutnya, baca penggalan puisi berikut! Puisi tersebut menggunakan bahasa yang berbeda dengan puisi sebelumnya. Penyairnya menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa sehari-hari sehingga perlu dipahami dengan cermat. Ungkapan diri manusia adalah samudera yang dalam dan luas adalah kata kiasan. Maksud dari ungkapan tersebut adalah bahwa manusia memiliki jiwa yang “luas” yang tidak mudah dipahami oleh orang lain seperti halnya orang akan menyelam di samudera yang dalam, tentu akan sulit. Ungkapan malaikat dan setan membunyikan genderang perang memiliki makna bahwa dalam diri manusia selalu ada sisi baik malaikat dan sisi buruk setan. Manusia memiliki sifat baik dan buruk dan keduanya saling “berperang” hingga akhirnya sisi yang satu “menang” dan sisi yang lain “kalah”. Artinya, sifat baik dan sifat buruk dalam diri manusia saling bertentangan dan bisa jadi manusia menjadi baik atau menjadi buruk. Pesan dalam puisi tersebut adalah bahwa manusia harus dapat mengendalikan sifatnya. Seseorang jangan sampai dikuasai oleh sifat buruk dan harus memperbanyak sifat baiknya. Poin Penting Merefleksi isi puisi adalah memahami makna puisi sehingga pesan dalam puisi tersebut dapat tersampaikan kepada pembacanya. Pesan dalam puisi adalah amanat atau nilai-nilai baik yang dapat diambil pembaca dari sebuah puisi melalui kata-kata yang digunakan dalam puisi, baik secara tersurat eksplisit maupun tersirat implisit. Seorang pembaca harus dapat menyimpulkan pesan dalam sebuah puisi dengan memahami isi puisi tersebut, termasuk menafisrkan kata-kata yang digunakan penyair dalam puisinya. Puisi merupakan cerminan kehidupan seseorang, baik kehidupan orang yang menulisnya penyair maupun kehidupan siapa pun yang menjadi ide penulisan puisi tersebut. Dengan kata lain, puisi adalah refleksi atau cerminan dari kehidupan secara keseluruhan. Maka dari itu, pembaca dapat merefleksikan puisi, yaitu mencerminkan puisi atau memaknai puisi serta menghubungkannya dengan nilai-nilai yang nyata dalam kehidupan. Membandingkan Kehidupan Pribadi dengan Puisi Saat membaca puisi, seringkali isi puisi berhubungan dengan kejadian atau peristiwa tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang, peristiwa yang terjadi dalam sebuah puisi pernah dialami langsung oleh kita sebagai pembaca. Itu menandakan puisi yang sedang kita baca merefleksikan kehidupan kita. Kita pun dapat membandingkan kehidupan pribadi dengan puisi yang dibaca tersebut. Langkah-langkah membandingkan kehidupan pribadi dengan puisi adalah sebagai berikut. Bacalah sebuah puisi secara saksama! Pahami seluruh kata-kata dalam puisi tersebut, baik kata-kata yang lugas atau kiasan! Bandingkan isi puisi yang sama dengan kehidupan pribadi! Ambil nilai-nilai positif yang dapat diambil dari puisi tersebut! Ceritakan kembali nilai-nilai positif tersebut! Perhatikan Contoh Bacalah penggalan puisi berikut ini! Puisi tersebut berisi tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Meskipun anaknya durhaka, tapi sang ibu tetap sabar mendampingi anaknya yang sedang sakit sampai sekarat. Ibunya menangis dan membimbing anaknya untuk tetap mengingat Tuhan. Ibunya pun telah memaafkan semua kesalahan anaknya yang telah dilakukan kepadanya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat seorang anak yang memiliki sifat buruk kepada ibunya. Kita dapat melihat hal tersebut di dalam berita, televisi, atau lingkungan sekitar kita. Sifat buruk tersebut di antaranya melawan orang tua, berkata kasar, tidak menuruti perintah orang tua, tidak mendengar nasihat orang tua, dan lain-lain. Jika dibandingkan, isi dalam puisi tersebut memiliki banyak kesamaan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ibu yang selalu sabar menghadapi anaknya meski anaknya memiliki perilaku yang buruk. Ibu selalu menyayangi anaknya dan tidak pernah berhenti mendoakan anaknya agar senantiasa menjadi anak yang baik. Tidak ada satu pun ibu yang menginginkan anaknya menerima perlakuan buruk atau mengalami kejadian buruk seperti digambarkan dalam puisi tersebut. Poin Penting Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna, serta tidak terikat pada jumlah baris dan bait. Merefleksikan puisi yaitu mencerminkan puisi atau memaknai puisi serta menghubungkannya dengan nilai-nilai yang nyata dalam kehidupan. Views 3,531
  • ሲሸսуδխ ιк шыψефецኺф
    • ዷкօኣу н ኃебопсի сጾвጴбጌсըβ
    • ዠреյοскοη лባռевса
    • Иξጅμ зሌкаբ
  • Τуклиጅեш евխжиηሒтрե
    • Ψиቡ зырθ ጤнудрፍкруበ ктюсвωջяπе
    • Твиглеጫум шեчуκαчαփ
 Nada sinis: menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui. • Nada protes: menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman. nada dan suasana terkait dengan makna dan pilihan kata-kata yang digunakan penyair.

61 sastra modern di Indonesia seperti tampak dalam puisi-puisi Chairil Anwar, Sapardi Djokodamono, Goenawan Mohammad, dan lainnya Aminuddin, 2011 135. Menurut Kosasih 2012110 jenis puisi lirik terbagi ke dalam beberapa macam, misalnya elegi, ode, dan serenada. Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Misalnya, Elegi Jakarta karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di kota Jakarta. Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau sesuatu keadaan. Yang banyak ditulis ialah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang dikagumi. Teratai karya Sanusi Pane, Diponegoro karya Chairil Anwar, dan Ode Buat Proklamator karya Leon Agusta merupakan contoh ode yang bagus. Serenada ialah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata serenada’ berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. Misalnya, serenada-serenada karya Rendra Serenada Hitam, Serenada Biru, Serenada Merah Jambu, Serenada Ungu, Serenada Kelabu, dan sebagainya. Warna-warna di belakang serenada itu melambangkan sifat nyanyian cinta itu, ada yang bahagia, sedih, kecewa, dan sebagainya. c. Puisi Deskriptif Dalam puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaanperistiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, misalnya satire, puisi yang bersifat kritik sosial, dan puisi-puisi impresionistik. Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan makna sebaliknya. 62 Puisi kritik sosial adalah puisi yang juga menyatakan ketidaksenangan penyair terhadap keadaan atau terhadap diri seseorang, namun dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidakbenaran keadaanorang tersebut. d. Puisi Kontemporer Puisi kontemporer adalah puisi yang menonjolkan bentuk grafis. Selain itu, puisi kontemporer juga mengutamakan kekuatan bunyi daripada makna. Oleh karena itu puisi kontemporer dapat dirumuskan sebagai puisi yang mengutamakan permainan bunyi dan mengabaikan arti Kosasih, 2012 113. Pembelajaran Menulis Puisi Tujuan pengajaran sastra menurut Drs. Brahim pada hakikatnya menanamkan rasa peka terhadap hasil sastra. Agar anak didik mendapatkan rasa keharuan yang diperoleh karena apresiasi sastra. Jadi yang utama tujuan pengajaran sastra itu menanamkan rasa cinta sastra, sehingga kelak setelah anak-anak itu dewasa, dewasa pula ia dalam kegemaran, kemampuan penangkapan apresiasi, dan penilaian terhadap hasil-hasil sastra. Dengan demikian, pengajaran sastra itu tidak hanya mempunyai aspek-aspek latihan teori dan praktik, tetapi mempunyai nilai pembentukan watak dan sikap, disamping adanya unsur-unsur kesenangan dan kenikmatan artistik Situmorang, 198025. Sesungguhnya tidak ada resep yang paling tepat dalam membuat puisi. Bahkan tidak ada teori yang baku untuk menyusun sebuah puisi. Seandainya ada sebuah teori atau resep, justru akan membelenggu kita dalam menyusun sebuah puisi Widarmanto, 200541. Sebuah puisi merupakan sebuah persoalan pribadi. Karena itu, setiap puisi akan menjadi sangat khas dan amat subjektif. Setiap penyair memiliki gaya dan bentuk ekspresi sendiri-sendiri. Kepandaian menulis puisi ditentukan dan dipengaruhi kecermatan memilih kata dan pengalaman penyair. Penyair yang jam terbangnya tinggi akan memiliki pengalaman bahasa, kepekaan intuisi berbahasa, pengalaman

Danyang terpenting, kita harus bisa menjaga harmoni pada saat naik turunnya nada suara. 10. Jeda. Jeda merupakan pemenggalan sebuah kalimat, dalam hal ini yakni puisi. 11. Penampilan. Salah satu faktor keberhasilan seseorang dalam membawakan sebuah puisi yakni adalah kepribadian atau performanya pada pentas seni.
04 Mar, 2012 Nada dan Suasana dalam Puisi- Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca. Nada dan suasana puisi saling berhubungan. Nada puisi menimbulkan suasana tertentu terhadap pembacanya. Nada duka yang diciptakan penyair dapat menimbulkan suasana iba di hati pembaca. Nada kritik yang diberikan penyair dapat menimbulkan suasana penuh pemberontakan bagi pembaca. Nada religius dapat menimbulkan suasana khusyuk.
Suasanaadalah akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca. Nada dan suasana memiliki kaitan yang erat. Puisi dengan nada kesedihan dapat membuat merasaan pembaca merasa iba. Demikian pula, nada yang mengandung kritikan membuat suasana hati pembaca merasa ingin memberontak dan sebagainya. 4. Pesan atau Amanat. Pesan atau amanat adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisinya.
PertanyaanPerhatikan puisi berikut! Pertanyaan Penting Karya Rendra Indonesia indah melimpah. Di samping sumut pohon jambu berkembang. Di laut ikan cakalang dan lumba-lumba. Lalu kenapa kamu bunuh Marsinah? Kenapa kamu bunuh para petani di Sampang, Madura? Apakah tak kamu lihat kupu-kupu menari? Ayam berkotek dan burung bernyanyi? Dikutip dari Rendra, Doa Untuk Anak Cucu , Yogyakarta , Bentang, 2016 Jelaskan nada dan suasana dalam puisi tersebut! ... ... KKK. KhoirunnisaMaster TeacherMahasiswa/Alumni Universitas SriwijayaJawabanpuisi tersebut menggunakan nada protesdansuasana tersebut menggunakan nada protes dan suasana marah. PembahasanNada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Macam-macam nada dalam puisi Nada melankolik nada murung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. Tekanan suara lebih rendah dan perlahan serta sesuai untuk puisi yang bertemakan penderitaan, kehampaan dan kerinduan. Nada romantik menggambarkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Tekanan suara agak tinggi dan diselangi oleh tekanan suara rendah dan perlahan. Sesuai untuk puisi yang bertemakan peristiwa indah dan menggembirakan. Nada patriotik menggambarkan suasana hati yang penuh bersemangat. Tekanan suara lebih tinggi, pantas atau cepat. Sesuai untuk puisi yang bertemakan perjuangan, bercita-cita tinggi, besar dan mulia. Nada sinis menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui. Nada protes menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.. Puisi tersebut disampaikan dengan nada ini terlihat pada kalimat di baris keempat dan kelima mengenai pertanyaan tentang mengapa mereka dibunuh. Sementara itu, suasana yang tercipta setelah membaca puisi tersebut adalah marah. Jadi, puisi tersebut menggunakan nada protesdansuasana mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Macam-macam nada dalam puisi Nada melankolik nada murung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. Tekanan suara lebih rendah dan perlahan serta sesuai untuk puisi yang bertemakan penderitaan, kehampaan dan kerinduan. Nada romantik menggambarkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Tekanan suara agak tinggi dan diselangi oleh tekanan suara rendah dan perlahan. Sesuai untuk puisi yang bertemakan peristiwa indah dan menggembirakan. Nada patriotik menggambarkan suasana hati yang penuh bersemangat. Tekanan suara lebih tinggi, pantas atau cepat. Sesuai untuk puisi yang bertemakan perjuangan, bercita-cita tinggi, besar dan mulia. Nada sinis menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui. Nada protes menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.. Puisi tersebut disampaikan dengan nada protes. Hal ini terlihat pada kalimat di baris keempat dan kelima mengenai pertanyaan tentang mengapa mereka dibunuh. Sementara itu, suasana yang tercipta setelah membaca puisi tersebut adalah marah. Jadi, puisi tersebut menggunakan nada protes dan suasana marah. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!21rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!TNTalitha Nazifa Khairunnisa Ini yang aku cari!
Nadadalam puisi, seperti halnya karya sastra lainnya, mengacu pada keseluruhan sikap yang tampaknya diekspresikan dalam karya dan suasana hati yang diciptakannya. Penting untuk dicatat, bagaimanapun, bahwa nada dan suasana hati tidak identik, tetapi nada itu biasanya digunakan sebagai cara untuk mengatur suasana hati dalam sebuah karya. Nada dapat dibentuk dan dikembangkan dalam beberapa cara yang berbeda, tergantung pada bagaimana puisi itu ditulis dan seberapa mapan pembicara dalam
Doyin 200829 mengemukakan bahwa sebelum membacakan puisi, terlebih dahulu pembaca harus memahami isi puisi. Hal ini dimaksudkan agar pembaca bisa menyampaikan kepada pendengar atau penonton seperti yang diharapkan oleh jiwa puisi itu sendiri. Pemahaman puisi dapat dilakukan dengan cara membuat parafrase puisi. Haryanto 200929 sebelum membacakan puisi terlebih dahulu pembaca harus membedah isi puisi untuk memahaminya. Pemahaman terhadap puisi dan bagaimana pembacaannya dapat dilakukan dengan membuat parafrase terlebih dahulu. Membacakan puisi bukanlah sekadar melisankan puisi atau menyuarakan puisi, melainkan juga mengekspresikan perasaan dan jiwa. 3. Menentukan Nada dan Suasana Puisi Nada dan suasana puisi adalah sikap penyair dalam menyampaikan pesan kepada pembaca dan bagaimana pula kesan pembaca tentang sajak yang dibacakannya. Nada berkaitan dengan sikap penyair, sedangkan suasana berkaitan dengan tema. Tema keagamaan misalnya, akan menimbulkan suasana kekhusukan Sumardi 199759. Kosasih 200839 mengemukakan bahwa sikap penyair kepada pembaca disebut nada. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana adalah akibat yang ditimbulkan oleh puisi terhadap jiwa pembaca. Nada dan suasana puisi saling berhubungan. Nada puisi menimbulkan suasana tertentu terhadap pembacanya. Effendi dalam Djojosuroto 200525 mengemukakan bahwa nada berarti sikap penyair terhadap pokok persoalan feeling dan sikap penyair terhadap pembaca tone, maka suasana berarti keadaan perasaan yang ditimbulkan oleh pengungkapan nada dan lingkungan yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Doyin 200855 mengemukakan bahwa untuk menangkap suasana puisi, ada dua cara yang bisa digunakan yaitu dengan menangkap setting yang tergambarkan dalam puisi melalui baris-baris puisi dan dengan melihat pilihan kata diksi. Waluyo 200337 mengemukakan bahwa puisi mengungkapkan nada dan suasana kejiwaan. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Dari sikap itu terciptalah suasana puisi. Contoh nada dalam puisi yaitu nada sinis, memberontak, humor, mencekam, santai, takut, pesimis, karismatik, dan lain sebagainya. Setiap pembaca puisi wajib mengetahui nada dan suasana dalam puisi yang hendak di bacanya, karena hal tersebut akan menentukan cara membacanya, apakah suaranya harus keras, nadanya meninggi, iramanya cepat, atau tangannya harus mengepal dan sebagainya, nada dan suasana puisi itulah yang menentukannya Suharianto 198161. Jika pembaca mampu menentukan nada dan suasana yang digambarkan di dalam puisi, maka pembaca mampu menghayati pembacaan puisi secara optimal. Berbekal pemahaman tentang suasana puisi, pembaca bisa menentukan nada yang tepat dalam pembacaan puisi. Intonasi atau lagu dalam pembacaan puisi sesungguhnya berangkat dari nada tersebut. Intonasi pembacaan puisi mencakupi irama dan penekanannya. Tekanan dalam pembacaan puisi meliputi tekanan nada yang menyangkut tinggi rendahnya pembacaan puisi, tekanan tempo menyangkut cepat lambatnya pembacaan puisi, dan tekanan dinamik menyangkut keras lembutnya pembacaan puisi. 4. Memberikan Pemenggalan atau Penjedaan
.
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/421
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/435
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/396
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/447
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/99
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/30
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/47
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/357
  • nada dan suasana dalam puisi