Logamaluminum melarut dalam asam mineral, kecuali asam nitrat pekat, dan dalam larutan hidroksida akan menghasilkan gas hidrogen. Aluminum membentuk senyawa dengan alkali sebagian besar non logam dan menunjukkan sifat kimia yang beragam, tetapi tidak seperti boron, tidak ditemukan hidrida kluster aluminum (Saito, 2009).
0% found this document useful 0 votes941 views9 pagesDescriptionLaporan Praktikum Aluminium dan Senyawa-senyawa nyaOriginal TitleLaporan Praktikum Aluminium dan Senyawa-senyawa nyaCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes941 views9 pagesLaporan Praktikum Aluminium Dan Senyawa-Senyawa NyaOriginal TitleLaporan Praktikum Aluminium dan Senyawa-senyawa nyaJump to Page You are on page 1of 9 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 8 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Karena terlindung oleh lapisan tipis Al2O3. •Aluminium dikeringkan dan dimasukkan kedalam larutan raksa(II) nitrat selama 2 menit. reksai: Al2O3 (s) + 3 Hg (NO3)2 (aq) --> 2 Al (NO3)3 (aq) + 3 HgO (s) Karena lapisan Al2O3 telah larut sehingga didapatkan logam Al tanpa lapisan Al2O3. Reaksi dengan air. Al tanpa lapisan Al2O3.
Tujuan Percobaan Mempelajari sifat-sifat logam aluminium dan senyawa-senyawanya Landasan Teori Tahun 1809 Aluminium ditemukan oleh Sir Humphrey dalam sebagai suatu unsur dan pertama kali direduksi sebagai logam oleh Oersted. Secara industri tahun 1886, Paul Heroult di Perancis memperoleh logam aluminium dari alumina dengan cara elektrolisasi dari garam yang terfusi. Sampai sekarang memperoleh logam aluminium masih dipakai melaui proses Heroult Alian & Safikno, 2018. Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan korosi yang baik dan hantaran listrik yang baik dan sifat – sifat yang baik lainnya sebagai sifat logam. Sebagai tambahan terhadap, kekuatan mekaniknya yang sangat meningkat dengan penambahan Cu, Mg, Si, Mn, Zn, Ni, dsb Saefulah, et al., 2018. Secara satu persatu atau bersamasama, memberikan juga sifat-sifat baik lainnya seperti ketahanan korosi, ketahanan arus, koefisien pemuaian rendah. Material ini dipergunakan di dalam bidang yang luas bukan saja untuk peralatan rumah tangga tapi juga dipakai untuk keperluan,material pesawat terbang, mobil, kapal laut, konstruksi Surdia & Saito, 1999. Aluminium merupakan unsur kimia golongan IIIA dalam sistim periodicunsur, dengan nomor atom 13 dan berat atom 26,98 gram per mol sma. Struktur kristal aluminium adalah struktur kristal FCC, sehingga aluminium tetap ulet meskipun pada temperatur yang sangat rendah. Keuletan yang tinggi dari aluminium menyebabkan logam tersebut mudah dibentuk atau mempunyai sifat mampu bentuk yang baik. Aluminium memiliki beberapa kekurangan yaitu kekuatan dan kekerasan yang rendah bila dibanding dengan logam lain seperti besi dan baja. Aluminium memiliki karakteristik sebagai logam ringan dengan densitas 2,7 g/cm3 Jeffery, et al., 1989. Aluminium banyak digunakan pada peralatan industri maupun kemasan pangan karena sifatnya yang ringan, relatif murah, dan kuat. Aluminium murni memiliki tensile strength 34 MPa dan yield strength 90 MPa. Garam aluminium tidak merusak lingkungan dan tidak beracun sehingga dapat digunakan sebagai material kemasan makanan. Selain itu, aluminium juga memiliki konduktivitas panas tinggi yaitu 247 sehingga cocok digunakan sebagai bahan konstruksi peralatan proses pengolahan bahan pangan. Namun, kontak antara aluminium dengan fluida proses atau bahan pangan berpotensi menimbulkan korosi kareana asam sitrat banyak digunakan di dalam produk minuman rasa buah. Selain itu, asam sitrat juga difungsikan sebagai bahan pengawet, anti-oksidan, penstabil, dan agen chelating pada produk-produk makanan. Di dalam larutan asam sitrat 5%-w/w, korosi aluminium akan mengakibatkan pengurangan ketebalan aluminium sekitar 10 μm/tahun pada temperatur ruang dan 0,1 mm/tahun pada temperatur 50oC. Laju korosi dipengaruhi oleh tingkat keasaman fluida, oksigen terlarut, temperatur, lama waktu kontak, dan cara kontak fluida proses. Fluida dapat berkontak dengan aluminium pada kondisi diam statik atau bergerak dinamis Nurdin, et al., 2018 Selain sifat-sifat tersebut aluminium mempunyai sifat-sifat yang sangat baik dan bila dipadu dengan logam lain bisa mendapatkan sifat-sifat yang tidak bisa ditemui pada logam lain. Adapun sifat-sifat dari aluminium antara lain ringan, tahan korosi, penghantar panas dan listrik yang baik. Sifat tahan korosi pada aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan oksida aluminium pada permukaaan aluminium Sinha, 2003. Lapisan oksida ini melekat pada permukaan dengan kuat dan rapat serta sangat stabil tidak bereaksi dengan lingkungannya sehingga melindungi bagian yang lebih dalam. Adanya lapisan oksida ini disatu pihak menyebabkan tahan korosi tetapi di lain pihak menyebabkan aluminium menjadi sukar dilas dan disoldier titik leburnya lebih dari 2000º C. sifat mekaniknya. Ketahan korosi berubah menurut kemurnian, pada umumnya untuk kemurnian 99,0 % atau diatasnya dapat dipergunakan di udara tahan dalam bertahun-tahun. Hantaran listrik Al, kira-kira 65 % dari hantaran listrik tembaga, tetapi masa jenisnya kira-kira sepertiganya sehingga memungkinkan untuk memperluas penampangnya. Oleh karena itu dapat dipergunakan untuk kabel tenaga dan dalam berbagai bentuk umpamanya sebagai lembaran tipis foil Totten, 2003. Alumina Al2O3 merupakan material keramik nonsilikat yang paling penting. Material ini meleleh pada suhu 2051 °C dan mempertahankan kekuatannya bahkan pada suhu 1500 sampai 1700°C. Alumina mempunyai ketahanan listrik yang tinggi dan tahan terhadap kejutan termal dan korosi. Alumina Al2O3 diperoleh dari pengolahan biji bauksit yang mengandung 50-60% Al2O3; 1- 20% Fe2O3; 1-10% silika; sedikit sekali titanium, zirkonium dan oksida logam transisi lain; dansisanya 20-30% adalah air. Aluminium oksida Al2O3 atau yang lebih dikenal dengan alumina insulator penghantar panas dan listrik yang oksida Al2O3 berperan penting dalam ketahanan logam aluminum terhadap perkaratan dengan udara, Logam aluminium sebenarnya amat mudah bereaksi dengan oksigen di udara. Aluminium bereaksi dengan oksigen membentuk aluminium oksida yang terbentuk sebagai lapisan tipis yang dengan cepat menutupi permukaan aluminium, Lapisan ini melindungi logam aluminium dari oksidasi lebih lanjut Sidabutar, 2017. Pada praktikum ini dilakukan percobaan untuk mengetahui reaksi alumunium dan senyawa-senyawa pada reaksi asam, basa, dan oksigen. Alat Dan Bahan Dalam percobaan ini mengguakan alat diantaranya adalah tabung reaksi, gelas kimia pembakar spirtus. Bahan yang digunakan yaitu HCl encer, beberapa potongan logam Al, larutan HgCl2 0,1 M dalam pelarut etanol, larutan NaOH 0,1 M Skema Kerja Eksperimen 1 Gambar 1. Skema Reaksi HCl dan NaOH Eksperimen 2 Gambar 2. Skema Eksperimen 2 Eksperimen 3 Gambar 3. Skema Eksperimen 3 Hasil Berdasarkan percobaan dari reaksi Alumunium dan senyawa-senyawanya diperoleh hasil berikut table. 1 Tabel 1. Percobaan Logam Alumunium Al Dan Senyawanya Eksperimen Perlakuan Pengamatan Eksperimen 1 HCl + logam Al Muncul sedikit gelembung dan larutan tak berwarna HCl + logam Al dipanaskan Gelembung gas, perubahan warna, bening abu-abu Reaksi yang terjadi Penghilangan Oksida Al Al2O3 s /Al s + 6HCl aq → 2AlCl3 aq + Al s + 3H2 g Setelah Oksidasi Al Al s + 3H2O l → AlOH3 s + 3H2g Al OH3 s + 6HCl aq → 2AlCl3aq + 3H2Oaq Eksperimen 2 NaOH + logam Al Pada Awal penambahan logam Al terbentuk sedikit gas, beberapa menit kemudian terbentuk endapan NaOH + logam Al dipanaskan Terbentuk Gelembung Gas banyak Reaksi yang terjadi Penghilang Oksida Al Al2O3 /Al s+ 2NaOH aq + 6H2Ol → 2Na[AlOH4]aq + 3H2 g Setelah Oksidasi Al 2Al s + 3OH– aq → AlOH3 s + 3H2g 2AlOH3 s + 2NaOH- aq → 2Na[AlOH4]– aq Eksperimen 3 logam Al diamplas + HgCl2 + O2 Lapisan permukaan logam aluminium lapisan oksida mengelupas bereaksi dengan HgCl2, setelah beberapa menit direndam dengan HgCl2 Setelah dibiarkan di udara terbuka terbentuk serabut seperti jarum berwarna putih keabuan Reaksi yang terjadi Al2O3 s /Al s + 3HgCl2 aq → 2AlCl3 aq + 3Hg l + Al s Al s + Hg l → Amalgam s 4Al s + 3O2 g → 2Al2O3 s Logam Alumunium foil + HgCl2 + O2 Setelah ditambahkan HgCl2 Al foil warnanya menjadi lebih kusam atau tidak mengkilap dan Al foil juga terkorosi dalam larutan tersebut. setelah didiamkan pada area terbuka Al foil tidak mengalami perubahan. Al terlihat seperti sebelumnya kusam dan terkorosi Reaksi yang terjadi Al2O3 s /Al s + 3HgCl2 aq → 2AlCl3 aq + 3Hg l + Al s Al s + Hg l → Amalgam s 4Al s + 3O2 g → 2Al2O3 s logam Al tdk diamplas + HgCl2 + O2 tidak terjadi perubahan terhadap logam Al Reaksi yang terjadi Al2O3 s /Al s + 3HgCl2 aq → 2AlCl3 aq + 3Hg l + Al s Al s + Hg l → Amalgam s 4Al s + 3O2 g → 2Al2O3 s Pembahasan Eksperimen 1 Pada percobaan ini terjadi dua perlakuan dalam reaksi antara logam Al yang telah diamplas sebelumnya dengan larutan HCl encer yang memiliki konsentrasi 0,1 M atau 0,1 N, pada perlakuan pertama, diamati perubahan pada perlakuan ini yaitu. Muncul sedikit gelembung yang menandakan terbentuk nya gas H2 dan larutan tak berwarna, Al2O3 s /Al s + 6HCl aq → 2AlCl3 aq + Al s + 3H2 g Pada percobaan ini Al pada perlakukan pertama Al bereaksi secara lambat, meskipun memiliki energi potensialnya reduksinya berharga negative, namun sukar reaktif karena Al dilapisi lapisan oksidanya, lapisan dengan ketebalan 10-4 – 10-6 mm pada permukaan luar Alumunium yang dilapisi oksida yang menghambat terjadinya reaksi. Als → Al3+ + 3e­- E0 = -1,67 V 3H+ + 3e → 3/2H2 E0 = 0 V Als + 3H+ → Al3+ + 3/2 H2 E° = -1,67 V Kemudian pada pada perlakuan yang kedua dalam reaksi logam Alumunium yang telah diamplas direaksikan dengan HCl encer 0,1 M atau 0,1 N diberi kalor atau dilakukan pemanasan, pemanasan dalam percobaan ini berperan penting proses pembentukan gas dengan mengkatalis reaksi dengan meningkatkan energi kitetik patikel sehingga terjadi partikel yang bertumbukan, menurunkan curva Energi Aktivasi menurut distribusi maxwel, melalui analisis dalam peran ini ternyata secara kualitatif ternyata diamati perubahannya terdapat gelembung gas, perubahan warna mennjadi bening menjadi abu-abu yang mendakan terbentuknya AlOH3. Perubahan ini terjadi menurut persemaan reaksi kimia Al s + 3H2O l → AlOH3 s + 3H2g AlOH3 s + 6HCl aq → 2AlCl3aq + 3H2Oaq Pada larutan ini bersifat asam, terdapat lebih sedikit gelembung yang merupakan gas hidrogen yang terbentuk pada reaksi Eksperimen 2 Pada percobaan seperti eksperimen 1 terjadi dua perlakuan dalam reaksi antara logam Al yang telah diamplas sebelumnya dengan larutan NaOH yang telah dilarukan sebelumnya yang memiliki konsentrasi 0,1 M atau 0,1 N, pada perlakuan pertama, diamati perubahan pada perlakuan ini pada awal penambahan logam Al terbentuk sedikit gas, beberapa menit kemudian terbentuk endapan putih yang menjadi indikasi terbentuknya spesi kimia AlOH3, perubahan secara kualitatif ini dikarena oleh reaksi yang terjadi melalui persamaan reaksi kimia Al2O3 /Al s+ 2NaOH aq + 6H2Ol → 2Na[AlOH4]aq + 3H2 g 2Al s + 3OH– aq → AlOH3 s + 3H2g 2AlOH3 s + 2NaOH- aq → 2Na[AlOH4]– aq Kemudian pada pada perlakuan yang kedua dalam reaksi logam Alumunium yang telah diamplas direaksikan dengan NaOH encer 0,1 M atau 0,1 N diberi kalor atau dilakukan pemanasan, pemanasan dalam percobaan ini berperan penting proses pembentukan gas dengan mengkatalis reaksi dengan meningkatkan energi kitetik patikel sehingga terjadi partikel yang bertumbukan, menurunkan curva Energi Aktivasi Ea menurut distribusi maxwel, melalui analisis dalam peran ini ternyata secara kualitatif ternyata diamati perubahannya terdapat gelembung gas dalam jumlah banyak. Karena penambahan basa berlebih membentuk senyawa [AlOH4]– yang menyebabkan endapan menjadi larut. Pada percobaan ini gas yang terbentuk adalah gas hidrogen, gas hidrogen yang lebih banyak dihasilkan adalah pada eksperiman reaksi dengan HCl pada percobaan pertama dengan suasana Asam. Pada percobaan kedua Al bereaksi dengan NaOH dengan suasana basa. Eksperimen 3 Pada percobaan ketiga dilakukan tiga perlakuan, pada perlakuan pertama logam logam Al diamplas direaksikan dengan HgCl2 Kemdian dibiarkan di udara bebas artinya berekasi dengan oksigen O2. Diamati pada percobaan Lapisan permukaan logam aluminium lapisan oksida mengelupas bereaksi dengan HgCl2, setelah beberapa menit direndam dengan HgCl2. Hal ini terjadi melalui persamaan reaksi kimia Al2O3 s /Al s + 3HgCl2 aq → 2AlCl3 aq + 3Hg l + Al s Setelah dibiarkan di udara terbuka terbentuk serabut seperti jarum berwarna putih keabuan, Al yang mengelupas ini akan beraksi dengan oksigen mebentuk Al2O3 pada permukaan logam. Pada percobaan selanjutnya, Logam Alumunium foil direaksikan dengan HgCl2 Kemdian dibiarkan di udara bebas artinya berekasi dengan oksigen O2. Pada perlakuan ini diamati bahwa setelah ditambahkan HgCl2, Alumunium foil warnanya menjadi lebih kusam atau tidak mengkilap dan Al foil juga terkorosi dalam larutan tersebut. Hal ini terjadi melalui persamaan reaksi kimia Al2O3 s /Al s + 3HgCl2 aq → 2AlCl3 aq + 3Hg l + Al s setelah didiamkan pada area terbuka Al foil tidak mengalami perubahan. Al terlihat seperti sebelumnya kusam dan terkorosi. Hal ini diakbitkan pada beraksi dengan oksigen mebentuk Al2O3 pada permukaan logam. Hal ini terjadi melalui persamaan reaksi kimia Al s + Hg l → Amalgam s 4Al s + 3O2 g → 2Al2O3 s Pada percobaan yang ketiga, logam Al tidak diamplas direaksikan dengan HgCl2 Kemdian dibiarkan di udara bebas artinya berekasi dengan oksigen O2. diamati tidak terjadi perubahan terhadap logam Al. Hal ini terjadi melalui persamaan reaksi kimia Al2O3 s /Al s + 3HgCl2 aq → 2AlCl3 aq + 3Hg l + Al s pada Al2O3 stabil karena sulit bereaksi dengan udara yang ada disekitarnya serta sulit bereaksi dengan asam atau basa encer dan asam pekat. Hal ini menunjukkan sifat. kovalen karena jari-jari atomnya yang kecil. Kesimpulan Senyawa Alumunium dapat bereaksi dalam suasana asam ataupun basa membentuk gas H2 ­namun Alumunium mememiliki kecenderungan terhadap reaksi dengan suasana basa dibandingkan dengan suasana asam. Logam Alumumium bersifat Amfoter. Logam Alumunium dapat dicuci dengan HgCl2 untuk menghilangkan oksida pada Alumunium, Alumunium dapat teroksidasi pada permukaan membentuk alumina atau Al2O3, kemudian akan permukaan akan menghambat reaksi lebih lanjut pada Alumunium di dalam permukaan. Saran Perlu dilakukan pada praktikum ini untuk metoda Analisis logam Al terhadap pengaruh korosi dari konsentrasi Asam Sitrat. Daftar Pustaka Alian, H. & Safikno, F. A., 2018. Pengaruh Temperatur Dan Waktu Tahan Pada Proses Artificial Aging Aluminium Daur Ulang Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro. Jurnal Rekayasa Mesin, 182, pp. 79-84. Jeffery, G. H., Bassett, J., Mendham, J. & Denney, R. C., 1989. Vogel’s Textbook Of Quantitative Chemical Analysis. 5th ed. England Longman Group UK Limited. Nurdin, I., Pramujo, W. & Hary, D., 2018. Pengaruh Laju Alir Larutan Asam Sitrat terhadap Korosi Aluminium. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik , 82, pp. 53-62. Saefulah, I., Agus, P. & Ricki, H., 2018. Studi Karakteristik Sifat Mekanik Alumunium Matrix Composite Amc Paduan Al, 5%Cu, 12%Mg, 15% Sic Hasil Proses Stir Casting Dengan Variasi Temperatur Pengadukan. Jurnal TEKNIKA, 122, pp. 151-164. Sidabutar, T. E., 2017. Pembuatan Dan Karakterisasi Keramik Magnesium Alumina Silika Dari Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Jurnal Teknik Mesin JTM, 61, pp. 28-35. Sinha, A. K., 2003. Physical Metallurgy Handbook. New York McGraw-Hill Companies, Inc.. Surdia, T. & Saito, S., 1999. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta PT. Pradnya Paramita. Totten, G. E., 2003. Physical Metallurgy and Proses Handbook. New York Marcel Dekker, Inc.
LaporanPraktium Aluminium dan Senyawa- Senyawanya. Asalamualaikum Wr.Wb Aku akan nge share laporan hasil praktikum kimia anorganik dengan judul praktikum Aluminium dan senyawa-seny [Review ] BT21 Body Mist Mang - Dance in Herb & Hand Sanitizer Shooky- Cute Respberry part 2 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 ALUMINUIM DAN SENYAWANYA Penyusun wulandari Dosen Asisten Dosen EGI AFRIANDA SILVI VERONIKA LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014 DAFTAR ISI Contents LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1. 1 DAFTAR ISI. 2 ALUMINIUM DAN SENYAWANYA.. 3 TUJUAN PRAKTIKUM… 3 TEORI DASAR.. 3 ALAT DAN BAHAN.. 7 CARA KERJA.. 8 Eksperimen Reaksi Dengan Asam Klorida. 8 Eksperimen reaksi dengan larutan NaOH.. 8 Eksperimen Reaksi Dengan Oksigen. 8 Membandingkan Alcl2 Dan Magnesium Klorida. 9 Eksperiment Membandingkan Sifat Asam-Basa Alcl3 Dan Mgo. 9 Eksperimen Membandingkan Sifat Asam Basa Ion Al3+ Dan Mg2+ Terhidrasi 10 TABEL PENGAMATAN.. 11 Table 1 reaksi dengan asam klorida. 11 Table 2 reaksi dengan larutan natrium hidroksida. 11 Table 3 reaksi dengan oksigen. 11 Table 4 membandingkan aluminium klorida dan magnesium klorida. 12 Table 5 membandingkan sifat asam basa aluminium oksida dan magnesium oksida. 12 Table 6 membandingkan sifat asam-basa ion Al dan Mg yang terhidrasi 13 PEMBAHASAN.. 13 KESIMPULAN.. 18 DAFTAR PUSTAKA.. 19 ALUMINIUM DAN SENYAWANYA A. TUJUAN PRAKTIKUM Mempelajari kimia aluminium dan senyawanya dan membandingkannya dengan kimia magnesium dan senyawanya. B. TEORI DASAR Imu kimia aluminium sangat ditentukan oleh muatan yang besar dan jari-jari yang kecil dari ion Al+3, yaitu kerapatan muatan besar. Kerapatan Muatan Kation Satuan muatan Jari-jari ionnm Muatan/ jari-jari Na+ +1 0,098 10 Mg2+ +2 0,065 31 Al+3 +3 0,048 63 Zn2+ +2 0,074 27 Cu2+ +2 0,069 29 Jika garam aluminium dilarutkan dalam air ion Al3+ segera membentuk [AlH2O9]3+ yang biasanya ditulis dengan Al3+aq. Di dalam larutan air, air yang bebas berfungsi sebagai basa dan dapat diperoleh kesetimbangan berikut. [AlH2O]9]3+ + H2O [AlH2O9]3+ + H2O Dalam basa yang kuat seperti NaOH terjadi reaksi. [AlH2O9]3+ + 3OH [AlH2O3OH3]s + H2Ol Dalam larutan NaOH yang berlebih, [AlH2O4OH4]s + OH aq [AlH2O3OH3]s H2OlTim Kimia Anorganik, 2014. Aluminium adalah salah satu golongan III A yang merupakan unsure logam yang berwarna putih perak mengkilat. Aluminium merupakan 10 gram elektropositif dan diudara aluminium merupakan logam yang tahan karat. Aluminium diproduksi dalam jumlah yang besar dalam dunia industry hal ini karena aluminium banyak dimanfaatkan orang. Proses pembuatan aluminium dalam industry dikenal dengan proses hal yang terdiri dari dua tahapan proses, yaitu tahap pemurnian berhasil atau krolit yang memanfaatkan sifat atmosfer dari aluminium oksida dan tahap elektrolisis untuk memeproleh aluminium murni yang kemudian melalui proses lebih lanjut. Aluminium dibuat dalam bentuk tertentu beberapa kegunaan aluminium yaitu digunakan dalam konstruksi pesawat dan mobil.Petrucci, 1987. Reaksi kimia logam aluminium Aluminium adalah logam putih yang liat dan dapat ditempa bubuknya berwarna abu-abu, ia melebur pada 1090C. bila tekanan udara, objek-objek aluminium teroksidasi pada permukaannya, tetapi lapisan oksidasi-oksidasi ini melindungi objek dari oksidasi lebih lanjut. Asam klorida encer dengan mudah melarutkan logam ini, pelarutan lebih lambat dalam asam sulfat encer atau garam nitrat encer. 3 Al + 6 H+ 2 Al 3+ 3 H2 Proses pelarutan dapat dipercepat dengan menambahkan sedikit melarutkan II klorida pada campuran asam pada klorida, pekat juga melarutkan aluminium. 2 Al + 6 HCl 2 Al3+ + 3H2 + 6Cl– Asam sulfat pekat melarutkan aluminium dengan membedakan belerang dioksida 2 Al + 6H2SO4 2Al3+ + 3SO42- + 3SO2 + 6H2O Asam nitrat pekat membuat logam menjadi positif dengan hidroksi alkali terbentuk larutan tetrahidroksi aluminat. 2 Al + 2OH + 6 H2O [ Al OH4]– + 3H2 + 3H2 Aluminium adalah logam invalen dalam senyawa-senyawanya ion aluminium Al3+ membentuk garam-garam yang tak berwarna dengan anion-anion yang tak berwarna. Halida nitrat dan sulfatnya larut dalam air, larutan air, larutan ini memperlihatkan reaksi asam karena hidrolisis. Aluminium sulfat dapat dibuat hanya dalam keadaan padat saja, dalam air terhidrolisis dan membentuk AlOH2SUGIYARTO, 2001. Dua faktor yang harus dipertimbangkan untuk menilai, kelarutan senyawa dalam air, kecil ukuran dan tingginya muatan ion Al3+ ini sukar larut dalam air. Contoh Al2Cl3 bahkan AlF3 ynag merupakan gabungan dari Al3+ dan F– yang bervalensi 1. Menunjukan kelarutan dalam air yang rendah AlCl3, AlBr2 dan AlI2 mempunyai sifat kovalen dan mudah larut dalam air. Sejumlah garam aluminium dan seperti halnya logam golongan VIII A mengkristal dan larutannya sebagai hidrat, satu cirri utama , larutan garam aluminium dalam air bersifat asam. Karena daya tarik akan elektron dari ion kecil dengan muatan yang tinggi dari Al3+. Ikatan OH dalam molekul logam H2O putus. Proton dilepaskan keluar dari lengkung koordinasi ligan H2O. Sedangkan ion kompleksnya berubah menjadi [AlH2O5 OH]2+, logam aluminium yang dilapisi dengan oksida dapat mencegah pengkaratan pada selang pH 4,5-8,3Cotton, 1989. Logam merupakan logam berwarna putih kerapatan dengan kerapatan yang rendah mempunyai massa jenis 2,7 gram/cm3. Sifat-sifat yang dimiliki aluminium antara lain Ringan Tahan korosi dan tidak beracun maka digunakan untuk alat runah tangga seperti panic, wajan, dan lain-lain. Refleksi, dalam bentuk aluminium fold digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok. Daya hantar listrik, dua kali besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel mtiang listrik. Panduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti duralin campuran Al,Cu,Mg untuk pembuatan badan pesawat Al sebagai reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O2. Aluminium adalah logam yang sangat melimpah dialam, meskipun demikian, besi masih bias lebih banyak digunakan dari pada aluminium, karena dapat ongkos pembuatan aluminium terlalu tinggi, aluminium terdapat sebagai silikat, lempung, batu serpih, batu tuis, dll. Pembuatan aluminium dari senyawa-senyawa tersebut diatas memerlukan ongkos terlalu tinggi . lagi pula, aluminium ynag amsih mengandung besi dan silicon tidak berguna sama sekali. Untungnya dialam terdapat juga bauksit aluminium yang murni diperoleh dari zat ini dengan cara elektrolida, sebelum elektrolida dapat dikerjakan. Bijihnya yang masih mengandung silicon dan besi harus dibersihkan lebih dahulu. Untuk maksud tersebut, dipergunakan sifat amfoter dari aluminium oksida yang kotor dicampur dengan larutan. Natrium hidroksida panas sehingga larut berupa ion aluminat + AlOH4–AHMAD HISKIA, 2001 C. ALAT DAN BAHAN Alat Tabung reaksi Gelas kimia Pipa penyalur gas Pembakar bonsen Bahan Keping aluminium Serbuk Al Pita Mg Asam klorida encer Natrium hidroksida encer Larutan merkuriII klorida Gas klor Tabung pengering CaCl2 Aluminium klorida anhidrat Magnesium klorida anhidrat Magnesium oksida Aluminium oksida Larutan Al+ 0,1 M Larutan Mg2+ 0,1 M D. CARA KERJA 1. Eksperimen Reaksi Dengan Asam Klorida 5 ml asam klorida encer + beberapa keping logam Al Masukkan kedalam tabung reaksi Jika 5 menit Al tidak bereaksi Panaskan Ulangi dengan pita Mg 2. Eksperimen reaksi dengan larutan NaOH 5 ml NaOH encer + beberapa keeping Al serbuk 1 sendok Masukkan kedalam tabung reaksi Jika setelah 5 menit belum bereaksi Panskan 3. Eksperimen Reaksi Dengan Oksigen Al foil Masukkan kedalam gelas kimia Taburi dengan larutan merkuri II klorida Biarkan beberapa menit, kemudian cuci aluminium foil dengan air Biarkan bebrapa menit di udara 4. Membandingkan Alcl2 Dan Magnesium Klorida Pemanasan klorida anhidra AlCl3 anhidrat panaskan dalam tabung reaksi Lakukan Pengamatan Pengaruh air terhadap klorida anhidrat 1 sendok AlCl3 anhidrat Masukkan tabung reaksi + tetes demi tetes air Ulangi percobaan dengan menggunakan MgCl2 anhidrat 5. Eksperiment Membandingkan Sifat Asam-Basa Alcl3 Dan Mgo Periksa reaksi dari Al2O3 dan MgO dengan air periksa pH larutan Periksa reaksi oksida-oksida mula-mula asam klorida encer, NaOH encer Gunakan 0,1 gram oksida dalam 3 ml asam / basa 6. Eksperimen Membandingkan Sifat Asam Basa Ion Al3+ Dan Mg2+ Terhidrasi Sediakan 2 tabung reaksi 3 ml Al3+ 3ml Mg2+ Periksa pH + NaOH encer 3 ml Lihatlah pengamatannya E. TABEL PENGAMATAN Table 1 reaksi dengan asam klorida Perlakuan Pengamatan Reaksi 5 ml HCl + logam Al tidak bereaksi Dipanaskan Ada gelembung gas H2 , ada perubahan warna, bening abu-abu, mengeluarkan asap 2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2 5 ml HCl + logam Mg Bereaksi , ada gelembung gas, tidak ada perubahan warna 2HCl + Mg MgCl2 + H2 Table 2 reaksi dengan larutan natrium hidroksida Perlakuan Pengamatan Reaksi 5 ml HCl encer + pita aluminium Tidak bereaksi Dipanaskan Ada gelembung gas 3NaOH + Al Al OH3 + 3Na 5 ml HCl + pita magnesium Bereaksi pita Mg menjadi hitam 2NaOH +Mg Mg OH2 + 2 Na. Table 3 reaksi dengan oksigen Perlakuan Pengamatan Reaksi Al + H2O Bereaksi Al foil + HgCl2 Gelembung gas pada aluminium foil dan tabung reaksi sedikit panas HgCl2 + Al2O3 2 AlCl3 + 3HgO Dibiarkan beberapa menit Larutan keruh dan lapisan aluminium habis. Dicuci dengan air dan didiamkan Al lepuh dan menjadi abu Table 4 membandingkan aluminium klorida dan magnesium klorida Perlakuan Pengamatan Reaksi MgCl2 + air Larutan menjadi panas , dan lebih cepat panas pH= 1 MgCl2 s + 4H2O l –> [MgH2O4]2+ aq + 2Cl– aq AlCl3 + air Larutan menjadi panas, panas lambat, pH= 1 AlCl3 s + 6H2O l –> [AlH2O6]3+ aq + 3Cl– aq Table 5 membandingkan sifat asam basa aluminium oksida dan magnesium oksida Perlakuan Pengamatan Reaksi Aluminium oksida dengan air pH= 3 Al2O3 + H2O 2Al OH3 Aluminium + HCl Ada panas , pH= 1 Al2O3s +6HClaq encer AlCl3aq lambat + 3H2Og Aluminium + NaOH pH= 14 Al2O3s + 2NaOHaq + 3H2O 2NaAlOH4aq Mg + H2O Serbuk hitam Mg hilang, pH= 8 MgOs + H2Oaqencer MgOH2s. Mg + HCl pH=9 MgOs + 2HClaq encer MgCl2s + H2Oaq Mg + NaOH pH=13 MgOs + 2NaOHaq MgOH2 + 2Na2Oaq Table 6 membandingkan sifat asam-basa ion Al dan Mg yang terhidrasi Perlakuan Pengamatan Reaksi Mg pH= 8 Mg+NaOH pH= 10 Al pH= 4 Al+NaOH pH= 4 F. PEMBAHASAN Pada percobaan ini eksperiment yang dilakukan yaitu sebagai berikut Eksperiment reaksi aluminium dengan asam klorida Hal yang pertama dilakukan yaitu mencampurkan 5 ml asam klorida encer dengan kepingan aluminium kedalam tabung reaksi, namun pada saat itu tidak terjadi reaksi. Kemudian setelah 5 menit tidak terjadi reaksi, maka dilakukan pemanasan pada campuran tersebut, ada gelembung gas H2. Pada reaksi yang terjadi pada Al + HCl berlangsung lambat dengan reaksi sebagai berikut 2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2 Setelah itu mereaksikan magnesium dengan HCl, langkahnya sama dengan aluminium tetapi, pada magnesium terjadi reaksi yang berlangsung cepat dibandingkan dengan aluminium . adapun reaksinya yaitu sebagai berikut 2HCl + Mg MgCl2 + H2 Dalam eksperimen ini, aluminium dengan magnesium tidak dapat bereaksi tidak dapat larut dalam asam klorida encer. Hanya keduanya memilki kecepatan reaksi yang berbeda, Al lambat bereaksi dengan HCl, sedangkan Mg cepat bereaksi dengan HCl dan kecepatan reaksi tersebut dapat dilihat pada proses pemanasan. Hal ini dikarenakan pada logam Al terdapat lapisan oksida yang melindungi logamnya. Dan juga Mg bersifat lebih reaktif dari pada Al, sehingga Mg lebih cepat bereaksi. Eksperiment reaksi dengan larutan NaOH Eksperimen ini sama dengan eksperimen pertama. Hanya saja pada eksperiemen kedua ini larutan asam klorida diganti dengan natrium hidroksida. Dalam reaksi larutan natrium hidroksida dengan keeping aluminium tidak etrjadi reaksi yang berarti. Tetapi pada saat dipanaskan terjadi reaksi, adanya gelembung gas, dan reaksinya lambat dibandingkan dengan magnesium. Dengan reaksi sebagai berikut 3NaOH + Al Al OH3 + 3Na Sedangkan pada campuran natrium hidroksida dengan pita Mg terjadi reaksi tanpa pemanasan, pita Mg menjadi hitam, semulanya hitam keabu-abuan. Dan reaksinya juga lebih cepat dari pada Al. dengan reaksi sebgaai berikut 2NaOH +Mg Mg OH2 + 2 Na. Perlu diketahui bahwa aluminium tidak boleh dicuci dengan soda kue natrium karbonat. Karena hal ini disebabkan larutan yang mampu mengendap adalah AlOH2, karena larutan ini memberikan konsentrasi OH– yang cukup tinggi sebagai akibat dari hidrolisis. Sedangkan natrium karbonat merupakan senyawa-senyawa yang bersifat korosi degan persamaan rekasi CO32-aq + H2O HCO3aq + OH– R eaksi dengan oksigen ada percobaan ketiga ini yaitu meneteskan larutan HgCl2 pada kertas aluminium foil , menurut hasil pengamatan aluminium foil terbentuk gelembung seperti luka melepuh. Kemudian mendiamkan beberapa menit aluminium foil menjadi warna Pkeabu-abuan akibat terkikisnya lapisan aluminium pada aluminium foil tersebut. Aluminium foil dicuci dengan air terbentuk gelembung dibawahnya. Setelah itu membiarkannya bebrapa menit diudara. Kertas aluminium foil terkelupas semua dan lama kelamaan hancur menjadi abu. Reaksi dengan oksigen terjadi setelah Al foil direaksikan dengan HgCl2 yang memebentuk oksida, Al yang terbentuk seperti abu, yaitu Al2O3 Reaksi HgCl2 + Al2O3 2 AlCl3 + 3HgO HgCl2 dapat memebersihkan lapisan permukaan aluminium foil secara, efektif karena HgCl2 tersebut dapat melepaskan lapiasan oksida dari aluminium sesuai dengan reaksi diatas. Setelah lapisan aluminium terkikis, kemudian dicuci dengan aquadest. Perlakuan selanjutnya yaitu membiarkan di udara, sehingga terjadi rekasi dengan oksigen membentuk lapisan tipis okisda AlCl3 yang melindungi dari oksida lebih lanjut. Reaksi yang terjadi 2Als + 3/2 O2 Al2O3s Tepapi saat dibiarkan diudara kertas Al foil terkelupas semua dan lama kelamaan hancur menjadi abu. Ini mungkin terlalu banyaknya HgCl2 yang ditetesi sehingga bukan hanya menghilangkan pelindung oksida pada aluminium melainkan menghancurkan aluminiumnya juga. Eksperimen 4 . membandingkan aluminium klorida dan magnesium klorida Pada percobaan ini dilakukan pemanasan masing-masing pada aluminium klorida anhidrat dan magnesium klorida anhidrat. Untuk aluminium klorida anhidrat ketika dipanaskan diatas spritus, gumpalan aluminium klorida anhidrat yang berwarna kuning dan meleleh dan menjadi serbuk, terdapat asap dan bau serta terdapat selaput tipis yang menyelimuti tabung reaksi. Menurut teori, magnesium klorida anhidrat dan magnesium anhidrat tersebut akan meleleh dan membutuhkan waktu yang berbeda. Serbuk MgCl2 lebih cepat meleleh dibandingkan dengan AlCl3 karena MgCl2 memiliki densitas yang lebih kecil dibandingkan dengan AlCl3. Selanjutnya untuk 1 sendok aluminium klorida anhidrat diteteskan dngan air setetes demi tetes, larutan menjadi panas, dan setelah diukur dengan indicator universal, pH=1. Hal ini menunjukkan bahwa jika AlCl3 padat diteetskan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam dengan pH 1 atau lebih jika larutan yang diperoleh lebih pekat. Reaksi yang terjadi AlCl3 s + 6H2O l –> [AlH2O6]3+ aq + 3Cl– aq Selanjutnya memasukkan satu sendok serbuk MgCl2 anhidrat kedalam tabung reaksi diteteskan dengan air setetes demi tetes, larutan menjadi panas, dan lebih panas dari pada aluminium klorida anhidrat, dan setelah itu diukur dengan kertas universal, pH=1. Hal ini menunjukkan bahwa jika MgCl2 padat diteteskan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam denagn pH= 1 atau lebih jika larutan yang diperoleh lebih pekat. Reaksi yang terjadi MgCl2 s + 4H2O l –> [MgH2O4]2+ aq + 2Cl– aq Membandingkan sifat asam basa aluminium oksida dan magnesium oksida Oksida AlAl2O3 dalam air cenderung membentuk asam, walaupun juga bias bersifat basa, karena memiliki sifat amfoter, dimana H2O akan membentuk sifat asam H+ sehingga terbentuk 2AlOH3 . pada saat pengukuran diketahui pH=3. Adpaun raksi yang terjadi Al2O3 + H2O 2Al OH3 Al2O3 dicampur dengan HCl encer menghasilkan larutan yang panas dan bersifat asam, dengan pH=1. Reaksi yang terjadi Al2O3s +6HClaq encer AlCl3aq lambat + 3H2Og Al2O3 yang direaksikan dengan NaOH setelah diuji dengan indicator universal didapat pH=13. Reaksi yang terjadi Al2O3s + 2NaOHaq + 3H2O 2NaAlOH4aq Sedangkan untuk MgO dalam air cenderung membentuk basa karena terdapatnya endapan putih MgOH2 yang merupakan basa pH=8. Reaksi yang terjadi MgOs + H2Oaqencer MgOH2s. Sedangkan untuk MgO dalam HCl encer. setelah diuji dengan indicator universal, pH=9 MgOs + 2HClaq encer MgCl2s + H2Oaq MgO deraksikan dengan NaOH , saat diuji dengan kertas indicator universal didapat pH=13. Adapun reaksi yang terjadi MgOs + 2NaOHaq MgOH2 + 2Na2Oaq Dari raksi diatas dapat dilihat bahwa logam aluminium xan magnesium dapat bereaksi dngan senyawa asam encer dan basa encer. Dengan kata lain sifat yang dimilki oleh logam aluminium dan magnesium itu disebut amfoter. Membandingkan sifat asam basa ion Al3+ dan Mg2+ yang terhidrasi Pada percobaan keenam ini, dimana ketika larutan Mg2+ diperiksa dengan kertas indicator pHnya=4, hal ini menunjukkan bersifat asam. Kemudian ketika Mg2+ diperiksa dengan kertas indicator pH = 8, yang menunjukkan Mg2+ bersifat basa, sesuai dengan teori yang ada. Untuk Al3+ ketika ditambahkan NaOH encer, dan setelah di uji dengan kertas indicator pH=4, hal ini menunjukkan Al bersifat asam. Reaksi yang terjadi Al3+aq + 2OH– + 3H2O AlOH4 Karena [AlH2O2]– larut dalam air dan [AlOH3 H2O3] tidak melarut sebab [AlH2O2]– ion yang tentunya akan mearut, sedamgkan [AlOH3H2O3] tidak dapat mengion sebagai donor akseptor elektron dalam air karena ir bukan basa kuat. Reaksi yang terjadi [AlH2O6]3+ + 3 OH [AlH2O3OH3] s + H2O l Reaksi dalam NaOH [AlH2O3OH3] s + OH aq [AlH2O2OH4]– aq + H2O aq Reaksi Mg dalam H2O [MgH2O4]2+ + 2OH [MgH2O2OH4]–aq + H2O G. KESIMPULAN Reaksi logam aluminium dalam HCl encer berjalan lambat memerlukan pemanasan. Reaksi berjalan lambat karena logam aluminium memilki lapisan oksida aluminium yang bersifat melindungi logamnya. Sedang pada reaksi pita Mg dengan HCl berlangsung dengan epat tanpa ada pemanasan. logam aluminium lebih mudah terlarut dalam larutan NaOH dibandingkan dengan magnesium. larutan HgCl2 dapat membersihkan permukaan aluminium foil. aluminium bersifat asam dari pada magnesium H. DAFTAR PUSTAKA AHMAD HISKIA. 2001. ELEKTROKIMIA DAN KINETIKA KIMIA. BANDUNG PT. Citra aditya abadi. Cotton. 1989. Kimia Anorganik Dasar . Jakarta UI Press. Petrucci, R. H. 1987. Kimia Dasar Prisnsip dan Terapan Modern Jilid 3. Jakarta Erlangga. SUGIYARTO. 2001. KIMIA ANORGANIK 2 . YOGYAKARTA UGM. Tim Kimia Anorganik. 2014. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Padang UNP. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 ALUMINUIM DAN SENYAWANYA Penyusun wulandari Dosen Asisten Dosen EGI AFRIANDA SILVI VERONIKA LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014 DAFTAR ISI Contents LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1. 1 DAFTAR ISI. 2 ALUMINIUM DAN SENYAWANYA.. 3 TUJUAN PRAKTIKUM… 3 TEORI DASAR.. 3 ALAT DAN BAHAN.. 7 CARA KERJA.. 8 Eksperimen Reaksi Dengan Asam Klorida. 8 Eksperimen reaksi dengan larutan NaOH.. 8 Eksperimen Reaksi Dengan Oksigen. 8 Membandingkan Alcl2 Dan Magnesium Klorida. 9 Eksperiment Membandingkan Sifat Asam-Basa Alcl3 Dan Mgo. 9 Eksperimen Membandingkan Sifat Asam Basa Ion Al3+ Dan Mg2+ Terhidrasi 10 TABEL PENGAMATAN.. 11 Table 1 reaksi dengan asam klorida. 11 Table 2 reaksi dengan larutan natrium hidroksida. 11 Table 3 reaksi dengan oksigen. 11 Table 4 membandingkan aluminium klorida dan magnesium klorida. 12 Table 5 membandingkan sifat asam basa aluminium oksida dan magnesium oksida. 12 Table 6 membandingkan sifat asam-basa ion Al dan Mg yang terhidrasi 13 PEMBAHASAN.. 13 KESIMPULAN.. 18 DAFTAR PUSTAKA.. 19 ALUMINIUM DAN SENYAWANYA A. TUJUAN PRAKTIKUM Mempelajari kimia aluminium dan senyawanya dan membandingkannya dengan kimia magnesium dan senyawanya. B. TEORI DASAR Imu kimia aluminium sangat ditentukan oleh muatan yang besar dan jari-jari yang kecil dari ion Al+3, yaitu kerapatan muatan besar. Kerapatan Muatan Kation Satuan muatan Jari-jari ionnm Muatan/ jari-jari Na+ +1 0,098 10 Mg2+ +2 0,065 31 Al+3 +3 0,048 63 Zn2+ +2 0,074 27 Cu2+ +2 0,069 29 Jika garam aluminium dilarutkan dalam air ion Al3+ segera membentuk [AlH2O9]3+ yang biasanya ditulis dengan Al3+aq. Di dalam larutan air, air yang bebas berfungsi sebagai basa dan dapat diperoleh kesetimbangan berikut. [AlH2O]9]3+ + H2O [AlH2O9]3+ + H2O Dalam basa yang kuat seperti NaOH terjadi reaksi. [AlH2O9]3+ + 3OH [AlH2O3OH3]s + H2Ol Dalam larutan NaOH yang berlebih, [AlH2O4OH4]s + OH aq [AlH2O3OH3]s H2OlTim Kimia Anorganik, 2014. Aluminium adalah salah satu golongan III A yang merupakan unsure logam yang berwarna putih perak mengkilat. Aluminium merupakan 10 gram elektropositif dan diudara aluminium merupakan logam yang tahan karat. Aluminium diproduksi dalam jumlah yang besar dalam dunia industry hal ini karena aluminium banyak dimanfaatkan orang. Proses pembuatan aluminium dalam industry dikenal dengan proses hal yang terdiri dari dua tahapan proses, yaitu tahap pemurnian berhasil atau krolit yang memanfaatkan sifat atmosfer dari aluminium oksida dan tahap elektrolisis untuk memeproleh aluminium murni yang kemudian melalui proses lebih lanjut. Aluminium dibuat dalam bentuk tertentu beberapa kegunaan aluminium yaitu digunakan dalam konstruksi pesawat dan mobil.Petrucci, 1987. Reaksi kimia logam aluminium Aluminium adalah logam putih yang liat dan dapat ditempa bubuknya berwarna abu-abu, ia melebur pada 1090C. bila tekanan udara, objek-objek aluminium teroksidasi pada permukaannya, tetapi lapisan oksidasi-oksidasi ini melindungi objek dari oksidasi lebih lanjut. Asam klorida encer dengan mudah melarutkan logam ini, pelarutan lebih lambat dalam asam sulfat encer atau garam nitrat encer. 3 Al + 6 H+ 2 Al 3+ 3 H2 Proses pelarutan dapat dipercepat dengan menambahkan sedikit melarutkan II klorida pada campuran asam pada klorida, pekat juga melarutkan aluminium. 2 Al + 6 HCl 2 Al3+ + 3H2 + 6Cl– Asam sulfat pekat melarutkan aluminium dengan membedakan belerang dioksida 2 Al + 6H2SO4 2Al3+ + 3SO42- + 3SO2 + 6H2O Asam nitrat pekat membuat logam menjadi positif dengan hidroksi alkali terbentuk larutan tetrahidroksi aluminat. 2 Al + 2OH + 6 H2O [ Al OH4]– + 3H2 + 3H2 Aluminium adalah logam invalen dalam senyawa-senyawanya ion aluminium Al3+ membentuk garam-garam yang tak berwarna dengan anion-anion yang tak berwarna. Halida nitrat dan sulfatnya larut dalam air, larutan air, larutan ini memperlihatkan reaksi asam karena hidrolisis. Aluminium sulfat dapat dibuat hanya dalam keadaan padat saja, dalam air terhidrolisis dan membentuk AlOH2SUGIYARTO, 2001. Dua faktor yang harus dipertimbangkan untuk menilai, kelarutan senyawa dalam air, kecil ukuran dan tingginya muatan ion Al3+ ini sukar larut dalam air. Contoh Al2Cl3 bahkan AlF3 ynag merupakan gabungan dari Al3+ dan F– yang bervalensi 1. Menunjukan kelarutan dalam air yang rendah AlCl3, AlBr2 dan AlI2 mempunyai sifat kovalen dan mudah larut dalam air. Sejumlah garam aluminium dan seperti halnya logam golongan VIII A mengkristal dan larutannya sebagai hidrat, satu cirri utama , larutan garam aluminium dalam air bersifat asam. Karena daya tarik akan elektron dari ion kecil dengan muatan yang tinggi dari Al3+. Ikatan OH dalam molekul logam H2O putus. Proton dilepaskan keluar dari lengkung koordinasi ligan H2O. Sedangkan ion kompleksnya berubah menjadi [AlH2O5 OH]2+, logam aluminium yang dilapisi dengan oksida dapat mencegah pengkaratan pada selang pH 4,5-8,3Cotton, 1989. Logam merupakan logam berwarna putih kerapatan dengan kerapatan yang rendah mempunyai massa jenis 2,7 gram/cm3. Sifat-sifat yang dimiliki aluminium antara lain Ringan Tahan korosi dan tidak beracun maka digunakan untuk alat runah tangga seperti panic, wajan, dan lain-lain. Refleksi, dalam bentuk aluminium fold digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok. Daya hantar listrik, dua kali besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel mtiang listrik. Panduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti duralin campuran Al,Cu,Mg untuk pembuatan badan pesawat Al sebagai reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O2. Aluminium adalah logam yang sangat melimpah dialam, meskipun demikian, besi masih bias lebih banyak digunakan dari pada aluminium, karena dapat ongkos pembuatan aluminium terlalu tinggi, aluminium terdapat sebagai silikat, lempung, batu serpih, batu tuis, dll. Pembuatan aluminium dari senyawa-senyawa tersebut diatas memerlukan ongkos terlalu tinggi . lagi pula, aluminium ynag amsih mengandung besi dan silicon tidak berguna sama sekali. Untungnya dialam terdapat juga bauksit aluminium yang murni diperoleh dari zat ini dengan cara elektrolida, sebelum elektrolida dapat dikerjakan. Bijihnya yang masih mengandung silicon dan besi harus dibersihkan lebih dahulu. Untuk maksud tersebut, dipergunakan sifat amfoter dari aluminium oksida yang kotor dicampur dengan larutan. Natrium hidroksida panas sehingga larut berupa ion aluminat + AlOH4–AHMAD HISKIA, 2001 C. ALAT DAN BAHAN Alat Tabung reaksi Gelas kimia Pipa penyalur gas Pembakar bonsen Bahan Keping aluminium Serbuk Al Pita Mg Asam klorida encer Natrium hidroksida encer Larutan merkuriII klorida Gas klor Tabung pengering CaCl2 Aluminium klorida anhidrat Magnesium klorida anhidrat Magnesium oksida Aluminium oksida Larutan Al+ 0,1 M Larutan Mg2+ 0,1 M D. CARA KERJA 1. Eksperimen Reaksi Dengan Asam Klorida 5 ml asam klorida encer + beberapa keping logam Al Masukkan kedalam tabung reaksi Jika 5 menit Al tidak bereaksi Panaskan Ulangi dengan pita Mg 2. Eksperimen reaksi dengan larutan NaOH 5 ml NaOH encer + beberapa keeping Al serbuk 1 sendok Masukkan kedalam tabung reaksi Jika setelah 5 menit belum bereaksi Panskan 3. Eksperimen Reaksi Dengan Oksigen Al foil Masukkan kedalam gelas kimia Taburi dengan larutan merkuri II klorida Biarkan beberapa menit, kemudian cuci aluminium foil dengan air Biarkan bebrapa menit di udara 4. Membandingkan Alcl2 Dan Magnesium Klorida Pemanasan klorida anhidra AlCl3 anhidrat panaskan dalam tabung reaksi Lakukan Pengamatan Pengaruh air terhadap klorida anhidrat 1 sendok AlCl3 anhidrat Masukkan tabung reaksi + tetes demi tetes air Ulangi percobaan dengan menggunakan MgCl2 anhidrat 5. Eksperiment Membandingkan Sifat Asam-Basa Alcl3 Dan Mgo Periksa reaksi dari Al2O3 dan MgO dengan air periksa pH larutan Periksa reaksi oksida-oksida mula-mula asam klorida encer, NaOH encer Gunakan 0,1 gram oksida dalam 3 ml asam / basa 6. Eksperimen Membandingkan Sifat Asam Basa Ion Al3+ Dan Mg2+ Terhidrasi Sediakan 2 tabung reaksi 3 ml Al3+ 3ml Mg2+ Periksa pH + NaOH encer 3 ml Lihatlah pengamatannya E. TABEL PENGAMATAN Table 1 reaksi dengan asam klorida Perlakuan Pengamatan Reaksi 5 ml HCl + logam Al tidak bereaksi Dipanaskan Ada gelembung gas H2 , ada perubahan warna, bening abu-abu, mengeluarkan asap 2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2 5 ml HCl + logam Mg Bereaksi , ada gelembung gas, tidak ada perubahan warna 2HCl + Mg MgCl2 + H2 Table 2 reaksi dengan larutan natrium hidroksida Perlakuan Pengamatan Reaksi 5 ml HCl encer + pita aluminium Tidak bereaksi Dipanaskan Ada gelembung gas 3NaOH + Al Al OH3 + 3Na 5 ml HCl + pita magnesium Bereaksi pita Mg menjadi hitam 2NaOH +Mg Mg OH2 + 2 Na. Table 3 reaksi dengan oksigen Perlakuan Pengamatan Reaksi Al + H2O Bereaksi Al foil + HgCl2 Gelembung gas pada aluminium foil dan tabung reaksi sedikit panas HgCl2 + Al2O3 2 AlCl3 + 3HgO Dibiarkan beberapa menit Larutan keruh dan lapisan aluminium habis. Dicuci dengan air dan didiamkan Al lepuh dan menjadi abu Table 4 membandingkan aluminium klorida dan magnesium klorida Perlakuan Pengamatan Reaksi MgCl2 + air Larutan menjadi panas , dan lebih cepat panas pH= 1 MgCl2 s + 4H2O l –> [MgH2O4]2+ aq + 2Cl– aq AlCl3 + air Larutan menjadi panas, panas lambat, pH= 1 AlCl3 s + 6H2O l –> [AlH2O6]3+ aq + 3Cl– aq Table 5 membandingkan sifat asam basa aluminium oksida dan magnesium oksida Perlakuan Pengamatan Reaksi Aluminium oksida dengan air pH= 3 Al2O3 + H2O 2Al OH3 Aluminium + HCl Ada panas , pH= 1 Al2O3s +6HClaq encer AlCl3aq lambat + 3H2Og Aluminium + NaOH pH= 14 Al2O3s + 2NaOHaq + 3H2O 2NaAlOH4aq Mg + H2O Serbuk hitam Mg hilang, pH= 8 MgOs + H2Oaqencer MgOH2s. Mg + HCl pH=9 MgOs + 2HClaq encer MgCl2s + H2Oaq Mg + NaOH pH=13 MgOs + 2NaOHaq MgOH2 + 2Na2Oaq Table 6 membandingkan sifat asam-basa ion Al dan Mg yang terhidrasi Perlakuan Pengamatan Reaksi Mg pH= 8 Mg+NaOH pH= 10 Al pH= 4 Al+NaOH pH= 4 F. PEMBAHASAN Pada percobaan ini eksperiment yang dilakukan yaitu sebagai berikut Eksperiment reaksi aluminium dengan asam klorida Hal yang pertama dilakukan yaitu mencampurkan 5 ml asam klorida encer dengan kepingan aluminium kedalam tabung reaksi, namun pada saat itu tidak terjadi reaksi. Kemudian setelah 5 menit tidak terjadi reaksi, maka dilakukan pemanasan pada campuran tersebut, ada gelembung gas H2. Pada reaksi yang terjadi pada Al + HCl berlangsung lambat dengan reaksi sebagai berikut 2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2 Setelah itu mereaksikan magnesium dengan HCl, langkahnya sama dengan aluminium tetapi, pada magnesium terjadi reaksi yang berlangsung cepat dibandingkan dengan aluminium . adapun reaksinya yaitu sebagai berikut 2HCl + Mg MgCl2 + H2 Dalam eksperimen ini, aluminium dengan magnesium tidak dapat bereaksi tidak dapat larut dalam asam klorida encer. Hanya keduanya memilki kecepatan reaksi yang berbeda, Al lambat bereaksi dengan HCl, sedangkan Mg cepat bereaksi dengan HCl dan kecepatan reaksi tersebut dapat dilihat pada proses pemanasan. Hal ini dikarenakan pada logam Al terdapat lapisan oksida yang melindungi logamnya. Dan juga Mg bersifat lebih reaktif dari pada Al, sehingga Mg lebih cepat bereaksi. Eksperiment reaksi dengan larutan NaOH Eksperimen ini sama dengan eksperimen pertama. Hanya saja pada eksperiemen kedua ini larutan asam klorida diganti dengan natrium hidroksida. Dalam reaksi larutan natrium hidroksida dengan keeping aluminium tidak etrjadi reaksi yang berarti. Tetapi pada saat dipanaskan terjadi reaksi, adanya gelembung gas, dan reaksinya lambat dibandingkan dengan magnesium. Dengan reaksi sebagai berikut 3NaOH + Al Al OH3 + 3Na Sedangkan pada campuran natrium hidroksida dengan pita Mg terjadi reaksi tanpa pemanasan, pita Mg menjadi hitam, semulanya hitam keabu-abuan. Dan reaksinya juga lebih cepat dari pada Al. dengan reaksi sebgaai berikut 2NaOH +Mg Mg OH2 + 2 Na. Perlu diketahui bahwa aluminium tidak boleh dicuci dengan soda kue natrium karbonat. Karena hal ini disebabkan larutan yang mampu mengendap adalah AlOH2, karena larutan ini memberikan konsentrasi OH– yang cukup tinggi sebagai akibat dari hidrolisis. Sedangkan natrium karbonat merupakan senyawa-senyawa yang bersifat korosi degan persamaan rekasi CO32-aq + H2O HCO3aq + OH– R eaksi dengan oksigen ada percobaan ketiga ini yaitu meneteskan larutan HgCl2 pada kertas aluminium foil , menurut hasil pengamatan aluminium foil terbentuk gelembung seperti luka melepuh. Kemudian mendiamkan beberapa menit aluminium foil menjadi warna Pkeabu-abuan akibat terkikisnya lapisan aluminium pada aluminium foil tersebut. Aluminium foil dicuci dengan air terbentuk gelembung dibawahnya. Setelah itu membiarkannya bebrapa menit diudara. Kertas aluminium foil terkelupas semua dan lama kelamaan hancur menjadi abu. Reaksi dengan oksigen terjadi setelah Al foil direaksikan dengan HgCl2 yang memebentuk oksida, Al yang terbentuk seperti abu, yaitu Al2O3 Reaksi HgCl2 + Al2O3 2 AlCl3 + 3HgO HgCl2 dapat memebersihkan lapisan permukaan aluminium foil secara, efektif karena HgCl2 tersebut dapat melepaskan lapiasan oksida dari aluminium sesuai dengan reaksi diatas. Setelah lapisan aluminium terkikis, kemudian dicuci dengan aquadest. Perlakuan selanjutnya yaitu membiarkan di udara, sehingga terjadi rekasi dengan oksigen membentuk lapisan tipis okisda AlCl3 yang melindungi dari oksida lebih lanjut. Reaksi yang terjadi 2Als + 3/2 O2 Al2O3s Tepapi saat dibiarkan diudara kertas Al foil terkelupas semua dan lama kelamaan hancur menjadi abu. Ini mungkin terlalu banyaknya HgCl2 yang ditetesi sehingga bukan hanya menghilangkan pelindung oksida pada aluminium melainkan menghancurkan aluminiumnya juga. Eksperimen 4 . membandingkan aluminium klorida dan magnesium klorida Pada percobaan ini dilakukan pemanasan masing-masing pada aluminium klorida anhidrat dan magnesium klorida anhidrat. Untuk aluminium klorida anhidrat ketika dipanaskan diatas spritus, gumpalan aluminium klorida anhidrat yang berwarna kuning dan meleleh dan menjadi serbuk, terdapat asap dan bau serta terdapat selaput tipis yang menyelimuti tabung reaksi. Menurut teori, magnesium klorida anhidrat dan magnesium anhidrat tersebut akan meleleh dan membutuhkan waktu yang berbeda. Serbuk MgCl2 lebih cepat meleleh dibandingkan dengan AlCl3 karena MgCl2 memiliki densitas yang lebih kecil dibandingkan dengan AlCl3. Selanjutnya untuk 1 sendok aluminium klorida anhidrat diteteskan dngan air setetes demi tetes, larutan menjadi panas, dan setelah diukur dengan indicator universal, pH=1. Hal ini menunjukkan bahwa jika AlCl3 padat diteetskan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam dengan pH 1 atau lebih jika larutan yang diperoleh lebih pekat. Reaksi yang terjadi AlCl3 s + 6H2O l –> [AlH2O6]3+ aq + 3Cl– aq Selanjutnya memasukkan satu sendok serbuk MgCl2 anhidrat kedalam tabung reaksi diteteskan dengan air setetes demi tetes, larutan menjadi panas, dan lebih panas dari pada aluminium klorida anhidrat, dan setelah itu diukur dengan kertas universal, pH=1. Hal ini menunjukkan bahwa jika MgCl2 padat diteteskan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam denagn pH= 1 atau lebih jika larutan yang diperoleh lebih pekat. Reaksi yang terjadi MgCl2 s + 4H2O l –> [MgH2O4]2+ aq + 2Cl– aq Membandingkan sifat asam basa aluminium oksida dan magnesium oksida Oksida AlAl2O3 dalam air cenderung membentuk asam, walaupun juga bias bersifat basa, karena memiliki sifat amfoter, dimana H2O akan membentuk sifat asam H+ sehingga terbentuk 2AlOH3 . pada saat pengukuran diketahui pH=3. Adpaun raksi yang terjadi Al2O3 + H2O 2Al OH3 Al2O3 dicampur dengan HCl encer menghasilkan larutan yang panas dan bersifat asam, dengan pH=1. Reaksi yang terjadi Al2O3s +6HClaq encer AlCl3aq lambat + 3H2Og Al2O3 yang direaksikan dengan NaOH setelah diuji dengan indicator universal didapat pH=13. Reaksi yang terjadi Al2O3s + 2NaOHaq + 3H2O 2NaAlOH4aq Sedangkan untuk MgO dalam air cenderung membentuk basa karena terdapatnya endapan putih MgOH2 yang merupakan basa pH=8. Reaksi yang terjadi MgOs + H2Oaqencer MgOH2s. Sedangkan untuk MgO dalam HCl encer. setelah diuji dengan indicator universal, pH=9 MgOs + 2HClaq encer MgCl2s + H2Oaq MgO deraksikan dengan NaOH , saat diuji dengan kertas indicator universal didapat pH=13. Adapun reaksi yang terjadi MgOs + 2NaOHaq MgOH2 + 2Na2Oaq Dari raksi diatas dapat dilihat bahwa logam aluminium xan magnesium dapat bereaksi dngan senyawa asam encer dan basa encer. Dengan kata lain sifat yang dimilki oleh logam aluminium dan magnesium itu disebut amfoter. Membandingkan sifat asam basa ion Al3+ dan Mg2+ yang terhidrasi Pada percobaan keenam ini, dimana ketika larutan Mg2+ diperiksa dengan kertas indicator pHnya=4, hal ini menunjukkan bersifat asam. Kemudian ketika Mg2+ diperiksa dengan kertas indicator pH = 8, yang menunjukkan Mg2+ bersifat basa, sesuai dengan teori yang ada. Untuk Al3+ ketika ditambahkan NaOH encer, dan setelah di uji dengan kertas indicator pH=4, hal ini menunjukkan Al bersifat asam. Reaksi yang terjadi Al3+aq + 2OH– + 3H2O AlOH4 Karena [AlH2O2]– larut dalam air dan [AlOH3 H2O3] tidak melarut sebab [AlH2O2]– ion yang tentunya akan mearut, sedamgkan [AlOH3H2O3] tidak dapat mengion sebagai donor akseptor elektron dalam air karena ir bukan basa kuat. Reaksi yang terjadi [AlH2O6]3+ + 3 OH [AlH2O3OH3] s + H2O l Reaksi dalam NaOH [AlH2O3OH3] s + OH aq [AlH2O2OH4]– aq + H2O aq Reaksi Mg dalam H2O [MgH2O4]2+ + 2OH [MgH2O2OH4]–aq + H2O G. KESIMPULAN Reaksi logam aluminium dalam HCl encer berjalan lambat memerlukan pemanasan. Reaksi berjalan lambat karena logam aluminium memilki lapisan oksida aluminium yang bersifat melindungi logamnya. Sedang pada reaksi pita Mg dengan HCl berlangsung dengan epat tanpa ada pemanasan. logam aluminium lebih mudah terlarut dalam larutan NaOH dibandingkan dengan magnesium. larutan HgCl2 dapat membersihkan permukaan aluminium foil. aluminium bersifat asam dari pada magnesium H. DAFTAR PUSTAKA AHMAD HISKIA. 2001. ELEKTROKIMIA DAN KINETIKA KIMIA. BANDUNG PT. Citra aditya abadi. Cotton. 1989. Kimia Anorganik Dasar . Jakarta UI Press. Petrucci, R. H. 1987. Kimia Dasar Prisnsip dan Terapan Modern Jilid 3. Jakarta Erlangga. SUGIYARTO. 2001. KIMIA ANORGANIK 2 . YOGYAKARTA UGM. Tim Kimia Anorganik. 2014. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Padang UNP. Sabtu 29 Mei 2010. PERCOBAAN I. PERMANGANOMETRI. I. TUJUAN PERCOBAAN. Tujuan percobaan praktikum ini adalah untuk membuat dan pembakuan larutan kalium permangananat 0,1 N serta menentukan kadar kalsium (Ca2+) dalam CaCO3. II.

0% found this document useful 0 votes368 views21 pagesDescriptionmengenai bagaimana sifat dari logam aluminium dalam asam dan dalama basa serta membandingkannya dengan logam Mg. dan juga membandingkan bagaimana sifat keasaman dan kebasaan dari kedua logam tersebutCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes368 views21 pagesLap. Aluminium Dan Senyawanya SelesaiDescriptionmengenai bagaimana sifat dari logam aluminium dalam asam dan dalama basa serta membandingkannya dengan logam Mg. dan juga membandingkan bagaimana sifat keasaman dan kebasaan dari kedua logam…Full description

KesimpulanKesimpulan dari percobaan Alumunium dan senyawa-senyawanya ini adalah: 1. Logam alumunium dapat bereaksi dengan asam maupun basa menghasilkan gas H2. 2. Larutan HgCl2 dapat membersihkan permukaan alumunium foil. 3. Logam Al bereaksi dengan oksigen membentuk lapisan tipis oksida yang melindungi dari oksidasi lebih lanjut. fI. 0% found this document useful 0 votes20 views7 pagesDescriptionlaporan praktikum kimia anorganikOriginal TitleALUMINIUM DAN SENYAWANYACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes20 views7 pagesAluminium Dan SenyawanyaOriginal TitleALUMINIUM DAN SENYAWANYAJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
LAPORANRESPONSI PRAKTIKUM FITOKIMIA I IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN POLIFENOL DAN TANIN PADA EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Penyusun : Nama : Ilma Innayatul Khusna NIM : E0019066 Kelas : 2B Kelompok : V (Lima) Dosen Pengampu : 1. aluminium atau plat selulosa dalam kromatografi kertas, sedangkan fasa gerak yang juga
A. JUDUL PERCOBAAN Aluminium dan Senyawanya B. TUJUAN PERCOBAAN Untuk mempelajari sifat-sifat aluminium dan persenyawaannya. C. KAJIAN TEORI Aluminium berasal dari bahasa Latin alumen, alum orang-orang Yunani dan Romawi kuno menggunakan alum sebagai cairan penutup pori-pori dan bahan penajam proses pewarnaan. Pada tahun 1761 de Morveau mengajukan nama alumine untuk basa alum dan Lavoisier, pada tahun 1787, menebak bahwa ini adalah oksida logam yang belum ditemukan. Wohler yang biasanya disebut sebagai ilmuwan yang berhasil mengisolasi logam ini pada 1827, walau aluminium tidak murni telah berhasil dipersiapkan oleh Oersted dua tahun sebelumnya. Pada 1807, Davy memberikan proposal untuk menamakan logam ini aluminum walau belum ditemukan saat itu, walau pada akhirnya setuju untuk menggantinya dengan aluminium. Nama yang terakhir ini sama dengan nama banyak unsur lainnya yang berakhir dengan “ium”. Aluminium juga merupakan pengejaan yang dipakai di Amerika sampai tahun 1925 ketika American Chemical Society memutuskan untuk menggantikannya dengan aluminum. Untuk selanjutnya pengejaan yang terakhir yang digunakan di publikasi-publikasi mereka Mohsin, 2006. Aluminum, Al, merupakan anggota golongan 13 berada sebagai aluminosilikat di kerak bumi dan lebih melimpah daripada besi. Mineral aluminum yang paling penting dalam metalurgi adalah bauksit, AlOx OH3-2x 0 endapan putih + metil violet ungu → endapan ungu b. Membandingkan Aluminium Klorida dengan Magnesium Klorida 1 Kristal AlCl3 putih → tidak meleleh sempurna 2 menit/120 detik ↑ Kristal MgCl2 putih → meleleh 54 detik ↑ 2 Kristal AlCl3 putih + air bening → larutan keruh pH = 3 Kristal MgCl2 putih + air bening → larutan bening pH = 4 c. Membandingkan Sifat Asam-Basa Al2O3 dan MgO 1 0,1 gram Al2O3 serbuk putih + 3 mL H2O bening → larutan bening, endapan putih larutan keruh, pH = 8 0,1 gram MgO serbuk putih + 3 mL H2O bening → larutan bening, endapan putih larutan keruh, pH = 10 2 0,1 gram Al2O3 serbuk putih + 3 mL HCl encer bening → larutan bening, endapan putih, pH = 7 0,1 gram Al2O3 serbuk putih + NaOH bening → larutan bening, endapan putih, pH = 14 0,1 gram MgO serbuk putih + 3 mL HCl encer bening → larutan keruh, endapan putih, pH = 10 0,1 gram MgO serbuk putih + NaOH bening → larutan keruh, endapan putih, pH = 14 d. Membandingkan Sifat Basa Ion Aluminium dan Magnesium 1 3 mL AlCl3 bening, pH = 3 + NaOH 2 N bening → larutan bening, endapan putih 2 3 mL MgCl2 bening, pH = 7 + NaOH 2 N bening → larutan keruh G. PEMBAHASAN a. Sifat Aluminium Hidroksida Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui sifat AlOH3. Pada percobaan ini, larutan AlCl3 0,1 M ditambahkan dengan beberapa tetes larutan NH4OH menghasilkan larutan bening dan terdapat sedikit endapan. Ketika diteruskan penambahan NH4OH hingga berlebih, maka endapan itu larut kembali dikarenakan kelarutan berkurang dengan adanya garam-garam ammonium disebabkan oleh efek ion sekutu dan hal ini menunjukkan AlOH3 yang terbentuk telah menjadi ion kompleks tetrahidroksoaluminat [AlOH4]-. Adapun reaksinya AlCl3 + 3NH4OH → AlOH3↓ + 3NH4Cl AlOH3↓ + NH4OH → [AlOH4]- + NH4+ Untuk percobaan selanjutnya, ke dalam larutan garam aluminium AlCl3 0,1 M ditambahkan beberapa tetes larutan NaOH 0,1 M maka akan diperoleh larutan yang tidak berwarna. Kemudian larutan tersebut dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama ditambahkan dengan larutan NaOH 0,1 M berlebih dan tidak terjadi perubahan. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa apabila larutan garam aluminium ditambahkan basa maka akan diperoleh endapan putih-gelatin menurut persamaan reaksi AlCl3 + 3 NaOH → AlOH3↓ + 3NaCl Kemudian endapan AlOH3 melarut dalam reagensia berlebihan, di mana ion tetrahidroksoaluminat terbentuk AlOH3 + NaOH → [AlOH4]- + Na+ Kemudian untuk bagian kedua, ditambahkan beberapa tetes HCl 0,1 M menghasilkan larutan keruh dan endapan putih. Hal ini sesuai dengan teori bahwa jika suatu garam aluminium ditambahkan dengan larutan asam berlebih menyebabkan hidroksida yang terbentuk melarut kembali dengan persamaan reaksi AlOH3↓ + 3HCl → AlCl3 + 3H2O Pada percobaan selanjutnya, penambahan NaOH 0,1 M ke dalam larutan AlCl3 akan menghasilkan endapan AlOH3. Hal ini telah sesuai dengan teori dimana bila ke dalam larutan garam aluminium ditambahkan basa maka akan diperoleh endapan putih-gelatin menurut persamaan reaksi AlCl3 + 3NaOH → AlOH3↓ + 3NaCl Endapan yang terbentuk kemudian disaring dan dicuci dengan aquadest. Setelah itu ditambahkan dengan metal violet ungu menghasilkan serbuk berwarna ungu. Metil ungu memiliki trayek pH sekitar 0,5-1,5. Jika pH1,5 maka akan menunjukkan perubahan menjadi ungu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa endapan AlOH3 bersifat asam dengan pH>1,5. b. Membandingkan Aluminium Klorida dengan Magnesium Klorida 1. Kristal AlCl3 anhidrat yang dipanaskan akan lebih cepat meleleh dibandingkan dengan MgCl2 anhidrat. Hal ini disebabkan karena menurut aturan Fajans, kation dengan muatan yang besar Al3+, memilki daya mempolarisasi lebih besar dibandingkan Mg2+, sehingga MgCl2 anhidrat lebih bersifat ionik sedangkan AlCl3 anhidrat lebih bersifat kovalen. Kovalensi yang dimilki oleh AlCl3 anhidrat menyebabkan titik lelehnya rendah terikat lemah sedangkan untuk MgCl2 anhidrat yang cenderung ionik terikat kuat titik lelehnya tinggi. Adapun reaksi yang terjadi yaitu 2AlCl3 + 3/2O2 → Al2O3 + 3Cl2↑ 2MgCl2 + O2 → 2MgO + 2Cl2↑ 2. Pengujian selanjutnya adalah mengukur pH atau sifat senyawa dari AlCl3 dan MgCl2 dan membandingkan kelarutannya, di mana kedua senyawa anhidrat tersebut dilarutkan dengan air setetes demi setetes. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa MgCl2 lebih cepat larut 54 detik dibandingkan AlCl3, disebabkan karena MgCl2 lebih bersifat ionik dan interaksi antara ion polar dengan muatan ion Mg2+ lebih kuat sehingga ion Mg2+ dalam air lebih cepat larut dalam air dan mempunyai pH = 4. Hal ini telah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa jika MgCl2 anhidrat diteteskan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam lemah sebab MgCl2 terbuat dari basa kuat dan asam kuat yang sama kuatnya sehingga tertarik sama kuat, oleh karena itu MgCl2 berada pada pH asam lemah. Adapun persamaan reaksinya yaitu MgCl2­ + 2H2O → MgOH2↓ + 2HCl MgOH2↓ + 6H2O [MgH2O6]2+ + 2OH- Sedangkan pada AlCl3, di mana Al jika direaksikan dengan air lebih lama larut 2 menit/120 detik dan diperoleh larutan keruh dengan pH=3. Hal ini telah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa AlCl3 jika dilarutkan dalam air banyak energi solvasi dibebaskan untuk membuat larutan ionik. Struktur yang diobservasi dalam kasus padatan ionik, terutama jika ada dalam ikatan ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa jika AlCl3 anhidrat diteteskan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam dengan pH 2-3 atau lebih rendah jika larutan yang diperoleh lebih pekat, sebab AlCl3 terbuat dari basa kuat dan asam kuat sehingga yang lebih mendominasi adalah asam kuatnya, oleh karena itu AlCl3 berada pada pH asam. Adapun reaksinya yaitu AlCl3 + 3H2O → AlOH3↓ + 3HCl AlOH3↓ + 6H2O [AlH2O6]3+ + 3OH- [AlH2O6]3+ + H2O [AlH2O5OH]2+ + H3O+ [AlH2O5OH]2+ + H2O [AlH2O4OH2]2+ + H3O+ c. Membandingkan Sifat Asam-Basa Al2O3 dan MgO 1. Kristal Al2O3 yang direaksikan dengan air tidak terlarut, menunjukkan bahwa Al2O3 tidak bereaksi dengan air walaupun masih mengandung ion oksida, tetapi terlalu kuat berada dalam kisi padatan untuk bereaksi dengan pH=8. Adapun persamaan reaksinya adalah Al2O3 + H2O Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa jika Al2O3 ditambahkan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan asam, sebab Al2O3 terbuat dari basa kuat dan asam kuat sehingga yang lebih mendominasi adalah asam kuatnya, oleh karena itu berada pada pH yang asam. Adapun persamaan reaksi yang terjadi yaitu Al2O3 + 3H2O → 2AlOH3↓ AlOH3↓ + 6H2O [AlH2O6]3+ + 3OH- [AlH2O6]3+ + H2O [AlH2O5OH]2+ + H3O+ [AlH2O5OH]2+ + H2O [AlH2O4OH2]2+ + H3O+ Pada MgO, setelah ditambahkan dengan aquadest menghasilkan larutan keruh dan endapan putih dengan pH=10. Hal ini telah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa jika MgO ditambahkan dengan air berlebih akan menghasilkan larutan basa yaitu MgOH2 yang sedikit larut. Adapun persamaan reaksinya yaitu MgO + H2O → MgOH2↓ 2. Pada pengujian ini, Al2O3 ditambahkan dengan HCl 0,1 M menghasilkan larutan bening dengan pH=7. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa Al2O3 dapat larut dalam medium asam yang menunjukkan sisi asam dari sifat amfoternya dapat larut dalam medium asam maupun basa. Adapun persamaan reaksinya yaitu Al2O3 + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2O Pada penambahan NaOH ke dalam kristal Al2O3 menghasilkan larutan bening dan terdapat endapan putih dengan pH=14. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa Al2O3 dapat larut dalam medium basa yang menunjukkan sisi basa dari sifat amfoternya. Adapun persamaan reaksinya yaitu Al2O3 + 2NaOH → 2 NaAlO2 + H2O Untuk MgO, setelah ditambahkan HCl 0,1 M menghasilkan larutan keruh dan endapan putih dengan pH=10. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa MgO dapat larut dalam HCl menghasilkan larutan MgCl2. Adapun persamaan reaksinya yaitu MgO + HCl → MgCl2 + H2O Pada penambahan NaOH ke dalam kristal MgO larutan keruh dan endapan putih dengan pH=14. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa MgO tidak dapat bereaksi dengan NaOH walaupun dalam reagensia berlebihan. MgO + NaOH d. Membandingkan Sifat Basa Ion Aluminium dan Magnesium 1. Pada percobaan ini, larutan AlCl3 ditambahkan dengan NaOH menghasilkan larutan bening dan terdapat endapan putih dengan pH=3. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa apabila larutan garam aluminium ditambahkan basa maka akan diperoleh endapan putih menurut persamaan reaksi AlCl3 + 3NaOH → AlOH3↓ + 3NaCl Endapan AlOH3 melarut dalam reagensia berlebihan, di mana ion tetrahidroksoaluminat terbentuk AlOH3 + NaOH → [AlOH4]- + Na+ 2. Ke dalam larutan MgCl2 dengan ditambahkan dengan NaOH menghasilkan larutan keruh dengan pH=7. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa MgCl2 tidak dapat larut dalam NaOH walaupun dalam reagensia berlebihan dan menghasilkan endapan putih MgOH2. Adapun persamaan reaksinya yaitu MgCl2 + 2NaOH → MgOH2↓ + 2NaCl MgOH2↓ + NaOH H. KESIMPULAN DAN SARAN a. Kesimpulan 1. Aluminium merupakan senyawa yang bersifat amfoter yang dapat bersifat asam atau basa dan bereaksi dengan asam atau basa. 2. Aluminium hidroksida dapat larut dalam larutan asam ataupun basa sedangkan dengan ammonia akan membentuk endapan sempurna. 3. Kovalensi yang dimilki oleh AlCl3 anhidrat menyebabkan titik lelehnya rendah terikat lemah sedangkan untuk MgCl2 anhidrat yang cenderung ionik terikat kuat titik lelehnya tinggi. 4. Ion magnesium lebih bersifat basa dibandingkan dengan ion aluminium. b. Saran Diharapkan kepada praktikan selanjutnya agar melakukan percobaan dengan teliti dan sesuai dengan prosedur dan menggunakan bahan-bahan yang masih baik agar hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai dengan teori. DAFTAR PUSTAKA Mohsin, Yulianto. 2006. Aluminium dan Senyawanya. Online http//club-kimia- Diakses pada tanggal 2 Mei 2011 Mulyono. 2007. Kamus Kimia. Jakarta Bumi Aksara Sugiarto, Kristian H. 2003. Kimia Anorganik II. Yogyakarta UNJ-Press Svehla, G. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro Bagian I. Jakarta PT Kalman Media Pustaka Tim Dosen Kimia Anorganik. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Makassar Laboratorium Kimia FMIPA UNM Description laporan praktikum Aluminium dan Senyawanya Reviewer Unknown Rating ItemReviewed laporan praktikum Aluminium dan Senyawanya WorldAluminium Pipe and Tube Market to Grow 5.3% annually 15-05-2014 Global demand for aluminium pipes and tubes is forecast to expand 5.3% p.a. between 2014 and 2018. Armenia, China, Greece, Ireland, Poland are considered the highest potential markets in the coming years.
0% found this document useful 0 votes87 views10 pagesDescriptionLaporan Praktikum Kimia dasarCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes87 views10 pagesAluminium Dan SenyawanyaJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Sedangkanlajur-lajur horizontal menunjukan periode-periode unsur. Terdapat tujuh periode unsur, yaitu peride 1 sampai periode 7. Sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua benda yang ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya.
LAPORANPRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 - BEBERAPA SIFAT SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK Pada uji komposisi, senyawa yang digunakan yakni gula (C 12 H 2 2 O 11), daun (CnHn), aluminium foil (Al) dan plastik Telah dijelaskan sebelumnya bahwa senyawa organik disusun oleh atom karbon dan terdapat ikatan C-H pada senyawanya dan dapat mengandung
.
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/304
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/252
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/131
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/433
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/160
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/241
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/434
  • 6mvuyhgd3b.pages.dev/329
  • laporan praktikum aluminium dan senyawanya